Resmi dari Kemendikbud, Alasan Tunjangan Sertifikasi Guru DIHAPUS Bagi Sejumlah PNS Ini, Semoga Dimengerti
CopyAMP code

Resmi dari Kemendikbud, Alasan Tunjangan Sertifikasi Guru DIHAPUS Bagi Sejumlah PNS Ini, Semoga Dimengerti

Senin, 11 Juli 2022


Gurubisa.com - Kabar tunjangan sertifikasi guru dihapus pada tahun ajaran baru 2022 kian santer diberitakan. Benarkah kabar tersebut?


Hal tersebut rupanya cukup membuat kalangan guru menjadi harap-harap cemas. Pasalnya, tunjangan sertifikasi guru atau TPG yang diterima setiap triwulan ini sangat membantu para guru untuk memenuhi kehidupan hidup, serta menambah kualitas proses mengajar.


Tidak hanya PNS, tunjangan sertifikasi guru (TPG) ini juga diterima oleh guru Non PNS yang lolos dalam program sertifikasi guru.


Bila kabar tunjangan sertifikasi guru dihapus pada tahun ajaran baru 2022, lantas bagaimana pemerintah menjamin kesejahteraan profesi yang dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa tersebut?


Diketahui, pemberian tunjangan sertifikasi guru dihapus apabila guru PNS masuk ke dalam daftar bukan penerima tunjangan profesi guru, seperti yang tertuang pada Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud).


Ini daftar kriteria guru PNS yang mendapatkan tunjangan sertifikasi guru atau TPG:


(a) Menpunyai sertifikat pendidik.


(b) Berstatus guru ASN.


(c) Mengajar di sekolah yang telah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).


(d) Mempunyai nomor registrasi guru yang diterbitkan oleh kementerian.


(e) Melakukan tugas mengajar siswa dibuktikan dengan Surat Keputusan Mengajar, kecuali kepala sekolah.


(f) Memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang, kecuali guru yang mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 600 jam atau 3 bulan, guru yang mengikuti program pertukaran guru, magang, atau bertugas di daerah khusus.


(g) Memiliki hasil penilaian kinerja minimal dengan sebutan “Baik”.


(h) Mengajar dengan jumlah siswa sesuai dengan yang dipersyaratkan.


(i) Tidak berstatus ganda atau menjadi pegawai tetap di instansi lain.


(j) Boleh mengajukan cuti yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, meliputi cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena ada alasan penting, dan cuti bersama.


Sementara tunjangan sertifikasi guru dihapus atau dihentikan bagi PNS golongan ini


Menurut aturan Permendikbud Nomor 4 Tahun 2022, Pasal 16, Pemerintah Daerah (Pemda), akan menghentikan pembayaran Tunjangan Profesi Guru atau dengan kata lain tunjangan profesi guru dihapus, bagi guru PNS di daerah dengan kriteria berikut ini.


1. Meninggal dunia.


2. Memasuk masa pensiun.


3. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri.


4. Dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.


5. Mendapat tugas belajar.


6. Tidak lagi menduduki jabatan fungsional guru.


7. Melaksanakan cuti di luar tanggungan negara.


Jadi, itulah beberapa alasan tunjangan sertifikasi guru dihapus oleh Permendikbud.


Adapun tunjangan sertifikasi guru ini diberikan kepada penerima TPG tiap triwulan dalam 1 tahun, sehingga para guru akan menerima tunjangan sertifikasi guru 4 kali dalam setahun.


Besaran Tunjangan Sertifikasi Guru atau TPG yang Diterima


Diketahui Tunjangan Profesi Guru dibayarkan Pemerintah Daerah atau Dinas Pendidikan provinsi/ kabupaten/ kota kepada guru PNS, paling lambat 14 hari kerja setelah diterimanya dana di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).


Namun rupanya, tidak semua guru yang telah sertifikasi mendapat jumlah besaran gaji pokok atau tunjangan sertifikasi guru yang sama.


Berikut golongan guru yang dapat Tunjangan Sertifikasi Guru, serta besaran gaji pokok yang diterima:


1. Guru PNSD


Besaran tunjangan profesi guru (TPG) ini tertuang pada Permendikbud Nomor 4 Tahun 2022.


Disebutkan bahwa untuk golongan III-A, dengan status atau ijazah S1 atau D4 dengan masa pengabdian 0 tahun rentang gajinya di angka Rp2.579.400 hingga Rp4.236.400.


Sedangkan untuk golongan terakhir yang memiliki pangkat tertinggi dalam kepangkatan PNS, mencapai Rp3.593.100 hingga Rp5.901.200 atau hampir Rp6 juta. 


2. Guru CPNSD


Guru Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) yang sudah terangkat, namun belum mengikuti program prajabatan atau latsar, maka besaran TPG-nya sesuai dengan Permendikbud Nomor 4 tahun 2022, yakni sebanyak 1 kali gaji pokok dikali 80 persen per bulan.


Artinya, guru yang berstatus CPNS, perhitungan gajinya masih 80 persen dari gaji pokok. Sedangkan besaran gaji pokok ini, masih mengacu pada PP Nomor 15 tahun 2019 yang mana besaran gaji pokok untuk CPNS golongan III-A ini di angka Rp2.579.400 x 80 persen, sehingga total yang diterima adalah Rp2.063.520.


3. Guru non PNS Inpassing


Besaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru non PNS inpassing, mengacu pada peraturan Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021.


Di mana untuk gaji pokok PNS ini mengacu pada PP Nomor 15 tahun 2019 mengenai penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN) atau sesuai dengan SK inpassing sesuai dengan Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021. Jumlah untuk guru dengan kategori adalah sebesar 1 kali gaji pokok PNS perbulan.


4. Guru non PNS yang non Inpassing


Guru non PNS atau guru yang non inpassing besaran tunjangan profesi yang diterima masih mengacu pada Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021.


Besarannya yang diterima Rp1.500.000 perbulan. Jadi bagi guru yang non PNS dan belum inpassing harus segera mengurus SK inpassingnya, agar TPG-nya bisa setara satu kali gaji pokok PNS. 


5. Guru PPPK


Untuk gaji pokok PPPK ini mengacu pada Perpres Nomor 98 tahun 2020. Aturan ini yang mendasari penggajian PPPK yang tertuang dalam lampiran tentang gaji dan tunjangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.


Guru PPPK rata-rata ada di golongan 9. Bagi guru PPPK yang baru lulus ini memiliki masa kerja 0 tahun dan berada di golongan 9, dengan gaji pokok sebesar Rp2.966.500 dan akan mengalami kenaikan gaji berkala setiap 2 tahunnya.


Itulah artikel terkait tunjangan sertifikasi guru dihapus bagi PNS dengan katergori tertentu, alasan Permendikbud mengahapusnya, hingga besaran tunjangan sertifikasi yang diterima.***


Sumber : https://www.ayobandung.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.