Honorer Semringah, BKN Sampaikan Update NIP PPPK Guru Tahap 1, Penetapan Naik Fantastis, Silakan Lihat NIP Anda!
CopyAMP code

Honorer Semringah, BKN Sampaikan Update NIP PPPK Guru Tahap 1, Penetapan Naik Fantastis, Silakan Lihat NIP Anda!

Minggu, 27 Maret 2022



Gurubisa.com - Kritik tajam yang dilontarkan para guru honorer terkait lambannya proses penetapan nomor induk pegawai (NIP) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akhirnya direspons cepat Badan Kepegawaian Negara (BKN). 


Sejak beberapa hari terakhir, BKN  mempercepat proses penetapan NIP CPNS, NIP PPPK guru, dan guru di seluruh wilayah Indonesia. 


Hasilnya, penetapan NIP PPPK Guru tahap 1 naik fantastis. 


Berdasarkan data BKN per 25 Maret, jumlah NIP CPNS 2021 yang sudah tetapkan BKN sebanyak 84.991 orang. 


Kemudian 99.064 NIP PPPK guru tahap 1, 16.802 NIP PPPK guru tahap 2, dan 11.222 NIP PPPK nonguru. 


Jumlah tersebut melesat jauh dibandingkan pada 18 Maret. 


Para guru honorer yang lulus seleksi PPPK tahap 1 kini bisa tersenyum semringah. 


Bahkan, untuk PPPK guru tahap 1, sudah 57 persen NIP yang ditetapkan BKN.


Dengan melonjaknya penetapan NIP guru tahap 1, maka setiap instansi wajib segera menerbitkan SK CPNS, SK PPPK guru dan guru selambat-lambatnya 30 hari kerja. 


Pertimbangan penetapan NIP CPNS dan SK PPPK adalah pertimbangan teknis (pertek). 


"Jadi, NIP CPNS dan NIP PPPK diterbitkan berdasarkan pertek," kata Karo Humas BKN Satya Pratama kepada JPNN.com. 


Peserta PPPK guru tahap I yang lulus sebanyak 173.720 orang. 


Dari jumlah tersebut yang mengisi daftar riwayat hidup atau DRH sebanyak 173.410. 


Tercatat 104 peserta yang mengundurkan diri. 


Karo Humas BKN Satya Pratama menegaskan, peserta yang mengundurkan diri dalam seleksi CASN 2021, tidak bisa mendaftar untuk periode berikutnya. 


Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN Suharmen mengatakan peserta CASN yang mengundurkan diri akan diblokir nomor induk kependudukan (NIK) sehingga ketika mendaftar pada tahun berikutnya, tidak bisa lagi.


"Itu konsekuensinya bagi peserta yang mengundurkan diri karena untuk pengadaan seleksi CASN ini, negara mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya," beber Deputi Suharmen. (esy/jpnn)


Sumber : https://bali.jpnn.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.