TIGA JANJI Nadiem Makarim bagi Guru Honorer di Seluruh Indonesia, Salah Satunya Sudah DIREALISASIKAN
CopyAMP code

TIGA JANJI Nadiem Makarim bagi Guru Honorer di Seluruh Indonesia, Salah Satunya Sudah DIREALISASIKAN

Minggu, 23 Januari 2022


Gurubisa.com - Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mengaku akan selalu memperjuangan guru honorer dalam seleksi menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 


Menurut dia, Kemendikbud Ristek akan selalu ada untuk guru honorer. 


"Walaupun keputusan soal PPPK guru ini merupakan keputusan Panselnas, posisi kami jelas ya tetap di samping guru honorer," ucap Nadiem secara daring dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (19/1/2022). 


Setidaknya, kata Nadiem, ada tiga janjinya yang menjadi bukti keberpihakan Kemendikbud Ristek untuk guru honorer. 


Pertama, yakni berjuang di Panselnas, agar guru honorer yang lulus passing grade seleksi PPPK, tetapi tidak punya formasi, maka tidak perlu dites lagi. 


"Jadi, ketika formasi dibuka mereka langsung mengisi tanpa tes lagi. Pada saat formasi keluar, dia (guru honorer) langsung dapat. Ini janji saya," ungkap Nadiem Makarim. 


Kedua, memberi kesempatan terbesar bagi guru honorer di sekolah negeri dalam hal seleksi PPPK. 


"Walaupun demikian, hasil seleksi guru PPPK merupakan keputusan bersama di Pansel, bukan hanya di Kemendikbud Ristek. Jadi mohon dukung kami dalam pejuangan ini dan insya Allah kita akan mendapatkan terobosan," jelas dia. 


Ketiga, sebanyak 300 ribu guru honorer yang menjadi guru PPPK mengalami peningkatan kesejahteraan. 


Nadiem menegaskan, hal itu merupakan sebuah prestasi, karena sudah sangat lama pemerintah tidak mengangkat guru PPPK dengan jumlah sebanyak itu. 


"Jadi (300 ribu guru honorer jadi PPPK) itu tidak kecil. Ini akan merubah kehidupan dan kesejahteraan mereka selama-lamanya, jadi ini merupakan hal yang patut diingat juga," tegas Nadiem. 


Minat di daerah rendah menjadi guru PPPK 


Dia mengatakan, rendahnya jumlah peminat guru honorer menjadi guru PPPK di daerah terpencil. 


Alasannya, bukan hanya karena soal materi, tapi karena hal lain. 


Bayangkan saja, dia menjelaskan, Kemendikbud Ristek sudah memberikan tunjangan khusus sebesar dua kali lipat bagi guru PPPK di daerah terpencil, tetapi jumlah peminatnya tetap sedikit. 


"Tapi tetap saja, bukan cuma uang ini masalahnya, seluruh disrupsi dari hidupnya, kualitas hidup itu buat orang-orang kita itu sangat penting, bukan hanya uang," tukas Nadiem Makarim.


Sumber : https://www.kompas.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.