PERHATIKAN, 6 Penyebab Utama Tunjangan Sertifikasi Triwulan I GAGAL Cair, Guru Harus Waspada!
CopyAMP code

PERHATIKAN, 6 Penyebab Utama Tunjangan Sertifikasi Triwulan I GAGAL Cair, Guru Harus Waspada!

Senin, 24 Januari 2022


Gurubisa.com - Tunjangan sertifikasi adalah tunjangan yang diberikan kepada profesi guru yang telah resmi dilantik dan memiliki sertifikat sebagai tenaga pendidik.


Secara umum, tunjangan sertifikasi terbagi menjadi beberapa bagian, seperti Triwulan I yang berarti tunjangan pada tiga bulan pertama.


Guru harus memahami bahwa tunjangan sertifikasi pada Triwulan I bisa jadi tidak cair karena suatu penyebab tertentu.


Dikutip BeritaSoloRaya.com dari kanal YouTube Guru Abad 21 pada Senin, 24 Januari 2022, ada enam penyebab tunjangan sertifikasi gagal cair di Triwulan I.


1. NUPTK tidak valid


Kejadian ini banyak dialami oleh beberapa guru yang memasukkan data secara benar, tetapi tidak menyadari bagian NUPTK yang ternyata tidak valid.


Untuk meninjau apakah NUPTK valid atau tidak maka bisa dicek pada info PTK.


2. Tugas tambahan belum valid


Tugas tambahan umumnya bisa seperti penambahan jam kerja pada guru yang merangkap jabatan sekaligus menjadi kepala sekolah, otomatis jam kerjanya juga akan bertambah.


Seharusnya selalu diteliti ulang catatan dan kejelasan jam mengajar yang dituangkan dalam Dapodik sehingga waktu untuk mengajar dengan data yang ada bisa sinkron.


Sebaiknya jika memungkinkan penuhi jam kerja 24 jam dengan mengajar supaya lebih aman.


3. Pangkat golongan tidak terdeteksi


Hal ini bersentuhan langsung dengan guru PNS ketika baru menyelesaikan proses kenaikan pangkat dari 3b ke 3c misalnya, maka data di BKN sudah 3c, tetapi data di Dapodik masih 3b, tentu ini sangat berpengaruh.


Selalu sinkronkan data jika telah mengubahnya, agar sistem bisa selalu mendeteksi perubahan yang dilakukan.


4. Siswa belum masuk rombel, atau sebaliknya


Seorang guru harus mengajar selama 24 jam dan memenuhi 6 rombel, 1 rombel dilaksanakan dalam 4 jam.


Akan tetapi, jika di sistem Dapodik yang terbaca hanya 4 rombel bukan 6 rombel, maka hanya dianggap memenuhi 16 jam pelajaran saja, sehingga dianggap tidak memenuhi.


Pastikan rombel yang akan di handle sudah masuk ke sistem Dapodik dan benar-benar terdeteksi supaya jam mengajar yang dilakukan bisa sinkron.


5. Tidak memiliki sekolah induk


Hal ini pernah terjadi, semisal seorang guru juga mengambil jam di sekolah lain karena di sekolah induk tidak bisa memenuhi 24 jam, tetapi tidak terdeteksi di Dapodik.


Status yang ada di Dapodik menunjukkan bahwa guru tersebut tidak memiliki sekolah induk sehingga berakibat pada kegagalan sistem Dapodik dalam mendeteksi jam mengajarnya.


Sebaiknya tentukan terlebih dahulu sekolah mana yang akan dijadikan sekolah induk, serta harus selalu konsultasi dengan pihak operator.


Sebab jika tidak menentukan atau tidak memiliki sekolah induk maka data akan dianggap tidak valid dan menjadi penyebab tunjangan sertifikasi tidak cair.


6. NIP tidak sinkron dengan tanggal lahir


Hal ini terjadi ketika tanggal lahir di NIP berbeda dengan tanggal lahir di NIK. Apakah akibatnya fatal?


Pastikan saat mengisi data diri terutama pada tanggal lahir harus sesuai dengan data yang ada di KTP masing-masing supaya sinkron dengan NIP.


Untuk mendeteksi tanggal lahir di NIP bisa dilihat di awal apakah sudah sesuai atau belum.


Itulah enam penyebab utama tunjangan sertifikasi pada Triwulan I tidak bisa cair. Semoga bermanfaat.***


Sumber : pikiran-rakyat.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.