KemePAN-RB HAPUS Tenaga Honorer, Ini Langkah yang Harus Dijalankan Kemendikbudristek, Guru Honorer Harus Tahu!
CopyAMP code

KemePAN-RB HAPUS Tenaga Honorer, Ini Langkah yang Harus Dijalankan Kemendikbudristek, Guru Honorer Harus Tahu!

Rabu, 26 Januari 2022



Gurubisa.com - Pemerintah akan menghapus tenaga kerja honorer di lingkungan pemerintahan mulai 2023. Nasib ketersediaaan guru pun menjadi perhatian lantaran dinilai turut terancam dengan kebijakan tersebut.

 

Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Fahriza Tanjung mengatakan keberadaan guru honorer sangat dibutuhkan dalam menopang keberadaan guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika nantinya guru honorer dihapuskan, maka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi harus membangun stratategi baru mengatasi kekurangan guru.

 

"Berdasarkan data proyeksi guru pensiun yang dibuat dan rencana pemerintah untuk menutup keran guru honorer pada tahun 2023, maka akan ada sekitar 230 ribuan guru yang akan pensiun sampai dengan tahun 2026. Darimana sekolah-sekolah menutupi kekurangan ini," ujar Fahriza kepada Medcom.id, Kamis, 27 Januari 2022.


Ia menilai penutupan keran guru honorer harus ditutupi dengan melakukan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perekrutan tersebut harus dengan hitungan yang tepat.

 

"Untuk tahun 2021 dari 507.848 formasi guru yang tersedia, sampai dengan seleksi tahap ke dua, masih 293.757 formasi guru yang terisi. Padahal di tahun 2021 kekurangan guru mencapai 1.090.678, kalaupun formasi PPPK terisi semuanya masih ada kekurangan 582.830 guru," jelas dia.

  

Pemerintah berencana akan merekrut Guru PPPK pada 2022 dengan menyediakan 758.018 formasi bagi guru. Kalau formasi ini terpenuhi, kata Fahriza, mudah-mudahan jumlah guru honorer akan semakin sedikit.

 

"Andai seluruh formasi Guru PPPK di Tahun 2021 dan 2022 terisi dan berdasarkan proyeksi kekurangan guru yang dibuat Kemendikbudristek maka tidak akan ada lagi guru honorer di tahun 2022," terangnya.

 

Menurutnya, jika perhitungan itu telah selesai, pemerintah tinggal memikirkan guru yang pensiun setiap tahunnya. Yang dimana angkanya mencapai 60 sampai 80 ribu orang guru setiap tahunnya.

 

"Ini bisa dilakukan baik lewat jalur CPNS dan PPPK," sebut dia.

 

Namun tentu pekerjaan tersebut tidak mudah. Karena persoalan ketersediaan guru bukan hanya soal jumlah, melainkan juga berkaitan dengan peta sebaran guru.

 

"Kekurangan guru terutama terjadi pada mata pelajaran-mata pelajaran tertentu khususnya di SMK pada mata pelajaran kejuruan. Kekurangan guru juga terjadi pada daerah-daerah terpencil sementara menumpuk pada daerah perkotaan," tutur dia.


Sumber : https://www.medcom.id/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.