SAH, PNS dapat Bonus Akhir Tahun, Presiden Jokowi Naikan Tunjangan ASN
CopyAMP code

SAH, PNS dapat Bonus Akhir Tahun, Presiden Jokowi Naikan Tunjangan ASN

Jumat, 03 Desember 2021


Gurubisa.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan tunjangan Pegawai Negeri Sipil (tunjangan PNS) dengan jabatan fungsional widyaiswara.


Kenaikan tunjangan PNS widyaiswara ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Widyaiswara yang merevisi Perpres Nomor 59 Tahun 2007.


Widyaiswara merupakan istilah jabatan fungsional PNS yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, atau melatih pegawai negeri di lembaga pendidikan pemerintah (diklat), baik instansi pemerintah pusat maupun pemda.


Dengan demikian, anggaran yang akan digunakan untuk penambahan tunjangan PNS widyaiswara berasal dari APBN dan APBD. Sebelum ada kenaikan, tunjangan PNS fungsional widyaiswara diatur dalam PP Nomor 59 Tahun 2007.


"Pegawai negeri sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Widyaiswara, diberikan Tunjangan Widyaiswara setiap bulan," demikian bunyi pasal 2 Perpres Nomor 102 Tahun 2021 seperti dikutip pada Jumat (3/12/2021).


Berikut tunjangan PNS widyaiswara terbaru:


Widyaiswara ahli utama: Rp 2.040.000


Widyaiswara ahli madya: Rp 1.390.000


Widyaiswara ahli muda: Rp 1.108.000


Widyaiswara ahli pratama: Rp 540.000


Sementara sebelum adanya Perpres Nomor 102 Tahun 2021, tunjangan tambahan PNS widyaiswara adalah sebagai berikut:


Widyaiswara ahli utama: Rp 1.230.000


Widyaiswara ahli madya: Rp 958.000


Widyaiswara ahli muda: Rp 660.000


Widyaiswara ahli pratama: Rp 278.000


"Pegawai negeri sipil yang bekerja pada instansi pusat dibebankan pada APBN dan pegawai negeri sipil yang bekerja pada instansi daerah dibebankan pada APBD," tulis Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2021.


Sesuai tugasnya yang fungsional, pemberian tunjangan bisa dihentikan jika PNS yang bersangkutan telah diangkat dalam jabatan struktural atau pindah ke jabatan fungsional lainnya.


Rincian Uang Pensiun yang Diterima ASN Golongan I-IV


Uang pensiun dan gaji, adalah satu di antara daya tarik orang tertarik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang sekarang disebut sebagai Apara Sipil Negara (ASN).


Adapun uang pensiun PNS tersebut akan terus diterima hingga tutup usia. Namun, berapakah besaran dana pensiun PNS?


Dilansir dari Kompas.com, Senin (29/11/2021), jika mengacu pada peraturan terbaru, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya, maka berikut ini adalah besaran gaji seorang PNS:


Gaji pokok pensiun PNS


Berikut ini adalah besaran dana pensiun yang akan diterima seorang PNS selama masih hidup:


- PNS golongan I antara Rp 1.560.800-Rp 2.014.900


- PNS Golongan II antara Rp 1.560.800-Rp 2.865.000


- PNS Golongan III antara Rp 1.560.800-Rp 3.597.800


- PNS Golongan IV antara Rp 1.560.800-Rp 4.425.900


Gaji pokok janda atau duda pensiun PNS


Selain pensiunan PNS, janda atau duda PNS yang sudah pensiun juga akan mendapatkan dana yang sama dengan besaran yang berbeda.


Berikut besarannya:


- Pensiunan janda/duda PNS golongan I yaitu Rp 1.170.600


- Pensiunan janda/duda PNS golongan II antara Rp. 1.170.600-Rp 1.375.20


- Pensiunan janda/duda PNS golongan III antara Rp 1.170.600-Rp 1.727.000


- Pensiunan janda/duda PNS golongan IV antara Rp 1.170.600-Rp 2.124.500


Uang pensiun janda/duda yang ditinggal PNS meninggal


Terakhir, bagi janda atau duda yang ditinggal PNS meninggal di masa kerjanya yang otomatis dipensiunkan, maka akan mendapatkan besaran pensiun sebagai berikut:


- Pensiunan janda/duda PNS yang meninggal golongan I antara Rp 1.560.800-Rp 1.934.800


- Pensiunan janda/duda PNS yang meninggal golongan II antara Rp 1.560.800-Rp 2.746.500


- Pensiunan janda/duda PNS yang meninggal golongan III antara Rp 1.786.100-Rp 3.453.300


- Pensiunan janda/duda PNS yang meninggal golongan IV antara Rp 2.111.400-Rp 4.243.600


Masa pensiun PNS


Berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: K.26-30 I V.1 I9-2 199 yang ditetapkan 3 Oktober 2017, seorang PNS akan memasuki masa pensiun ketika menginjak batas usia yang telah ditetapkan.


- Pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan: 58 tahun


- Pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya: 60 tahun


- PNS yang memangku jabatan fungsional ahli utama: 65 tahun


Melansir Kompas.com, selain mendapatkan uang pensiun pokok, ASN purnabakti juga mendapatkan sejumlah uang tunjangan setiap bulannya, seperti tunjangan keluarga dan tunjangan pangan.


Dana pensiun yang diterima oleh para PNS purnabakti berasal dari dua sumber, yakni iuran PNS yang dipotong dari gaji bulanan mereka semasa aktif bertugas dan dana dari APBN.


Dana-dana tersebut dikelola dan disalurkan oleh BUMN PT Taspen (Persero) yang kemudian disalurkan melalui jaringan Taspen hingga Kantor Pos.


Uang pensiun PNS akan dibayarkan sekaligus?


Untuk saat ini, pembayaran uang pensiun PNS menggunakan skema pay as you go.


Skema ini terdiri dari iuran sebesar 4,75 persen dari gaji pokok mereka, ditambah dengan dana dari APBN.


Namun, ada wacana skema tersebut akan diganti menjadi fully funded atau sistem pembayaran pensiun menyeluruh yang berasal dari iuran pemerintah dan pegawai itu sendiri.


Dengan skema ini uang pensiun PNS yang diperoleh bisa menjadi lebih besar, karena iuran yang dikenakan adalah persentase dari take home pay (THP) yang jumlahnya lebih besar ketimbang gaji pokok.


Selain diambil dari THP pembayaran juga akan dilakukan secara patungan antara PNS pemerintah sebagai pemberi kerja.


Namun skema ini masih dalam tahap pembahasan dan belum diketahui kapan akan dapat dilaksanakan.


Sumber : https://aceh.tribunnews.com/


Demikian berita PNS yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.