JELANG Seleksi Kompetensi, Nadiem Beri Kabar Gembira Bagi Guru Honorer Terutama yang Lulus Passing Grade Tak dapat FORMASI
CopyAMP code

JELANG Seleksi Kompetensi, Nadiem Beri Kabar Gembira Bagi Guru Honorer Terutama yang Lulus Passing Grade Tak dapat FORMASI

Jumat, 03 Desember 2021


Gurubisa.com - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memastikan kuota PPPK 2022 akan lebih banyak. 


Kuota ini diperhitungkan dari sisa kuota PPPK 2021 ditambah dengan guru PNS yang akan pensiun tahun depan. 


Dia juga berjanji bagi guru honorer yang lulus passing grade PPPK tahap I, tetapi tidak ada formasi akan diprioritaskan di tahun depan. 


Itu sebabnya Pemda didorong untuk mengusulkan formasinya sebanyak mungkin. 


"Ini yang lulus passing grade, tetapi tidak punya formasi karena daerahnya kan tidak mengusulkan sesuai kebutuhan," kata Menteri Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Rabu (1/12). 


Andai seluruh daerah mengajukan formasi sebanyak-banyaknya, lanjut Nadiem maka yang lulus passing grade PPPK akan langsung mendapatkan kursi ASN. 


Nyatanya formasinya tidak ada sehingga yang lulus harus menunggu kloter berikutnya. Nadiem menyebutkan rekrutmen PPPK guru ini dilakukan per kloter dan berkesinambungan.


Artinya akan dilakukan terus sampai kuota satu jutanya terpenuhi. 


Guru honorer juga diminta tidak meragukan komitmen pemerintah.  


"Janji saya untuk memberikan afirmasi PPPK guru terpenuhi. Dua kali berjuang akhirnya afirmasi dapat hingga 173 ribu guru yang lulus tahap I," terangnya. 


Untuk memaksimalkan kuota PPPK 2022, Nadiem akan mendatangi Pemda. Mendorong agar mengajukan formasi sebanyak-banyaknya.  


Nadiem mengimbau kepala daerah tidak perlu takut memaksimalkan usulan formasi PPPK karena pasti tidak terisi semuanya. 


"Usulan formasinya di-full saja, jangan takut, tidak akan terisi semuanya itu (formasi) karena pesertanya tidak akan lulus semuanya kok," ucapnya. 


Keyakinan Nadiem itu karena melihat data seleksi PPPK guru tahap I. Dari 506 ribu formasi, yang lulus hanya 173 ribu. Itu pun karena berbagai afirmasi diberikan untuk mendongkrak jumlah kelulusan. (esy/jpnn)


Sumber : https://www.jpnn.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat