ALAMAK, Bu Titi Ungkap Alasan Pemerintah Ulur-ulur Waktu Penetapan NIP PPPK Guru Tahap I, Ya Ampun
CopyAMP code

ALAMAK, Bu Titi Ungkap Alasan Pemerintah Ulur-ulur Waktu Penetapan NIP PPPK Guru Tahap I, Ya Ampun

Rabu, 08 Desember 2021


Gurubisa.com - Dewan Pembina Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih menduga ada sesuatu yang disembunyikan pemerintah dalam pengadaan PPPK guru 2021. 


Bu Titi menduga pemerintah sengaja mengulur-ulur waktu karena faktanya belum ada kejelasan soal anggaran untuk membayar gaji dan tunjangan 173 ribu lebih PPPK guru tahap I. 


Titi berpendapat kalau benar anggaran gaji PPPK guru mencukupi, tidak akan mungkin hingga saat ini belum satu pun daerah mengusulkan penetapan NIP PPPK. 


"Ini sudah masuk minggu kedua Desember, tetapi pengusulan NIP PPPK guru belum jalan. Pasti ada apa-apa ini,"  kata Titi Purwaningsih kepada JPNN.com, Rabu (8/12). 


Kalau alasannya kontrak kerja, menurut Titi, tentu tidak butuh waktu lama, apalagi sudah ada arsip PPPK 2019. 


NIP PPPK 2019 baru diterbitkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sejak Desember 2020 sampai 2021. 


Selain itu Peraturan BKN Nomor 18 Tahun 2020 tentang Juknis Pengadaan PPPK masih dipakai untuk tahun ini. 


"Jadi sebenarnya sebagian Pemda sudah paham dengan kontrak kerja," ucapnya. 


Jika tahun depan baru diusulkan NIP PPPK guru, tambah Titi, kemungkinan SK baru bisa diserahkan pertengahan 2022. 


Jika itu terjadi, maka 173 ribu guru PPPK tahap I mungkin tidak bisa menerima THR dan gaji ke-13. 


Begitu juga dengan PPPK guru tahap II bisa saja molor ke 2022, sedangkan tahap III di 2023. 


"Itu prediksi saya karena sepertinya anggaran menjadi kendala utama. Sulit bagi pemerintah untuk menggaji 500 ribu guru PPPK dalam setahun," terangnya. 


Dia membandingkan PPPK 2019 yang hanya 51 ribu, tetapi memakan waktu dua tahun, bahkan sampai saat ini masih ada honorer K2 belum diangkat PPPK karena anggaran tidak ada. 


"Dalam seleksi PPPK guru 2021, ada banyak guru honorer usia kritis menanti pengangkatan mereka menjadi ASN," pungkas Titi Purwaningsih. (esy/jpnn)


Sumber : https://m.jpnn.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.