INFO TERBARU, BSU Guru Honorer Cair Bertahap, Berikut Bocoran Pencairan dan Syarat yang Wajib Dipenuhi
CopyAMP code

INFO TERBARU, BSU Guru Honorer Cair Bertahap, Berikut Bocoran Pencairan dan Syarat yang Wajib Dipenuhi

Selasa, 28 September 2021


Gurubisa.com - Bantuan Subsidi Gaji/Upah atau BSU guru honorer akan cair akhir September atau awal Oktober 2021 ini. Baca terus artikel ini untuk mengetahui syarat dan ketentuannya.


Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan insentif atau BSU guru madrasah bukan PNS atau honorer, secara bertahap akan segera cair.


"Kami perkirakan, semoga akhir September atau awal Oktober 2021, dana ini (BSU guru honorer madrasah) sudah bisa masuk ke rekening guru bukan PNS penerima insentif," ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas.


Saat ini, proses pencairan insentif atau BSU bagi guru madrasah bukan PNS atau honorer memasuki tahap akhir.


"Surat Perintah Pembayaran Dana sudah terbit. KPPN akan segera menyalurkan anggaran yang sudah teralokasi di RKAKL Kementerian Agama ke Rekening Bank Penyalur insentif guru madrasah bukan PNS,” jelas Menag di Jakarta, Senin 27 September 2021.


Menag Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan bahwa insentif atau BSU guru ini diberikan kepada guru bukan PNS atau honorer pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).


Tujuan pemberian insentif atau BSU guru, untuk memotivasi guru bukan PNS atau honorer, agar lebih meningkatkan kinerja dalam menaikkan mutu pendidikan.


Harapannya, nantinya terjadi peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di RA dan Madrasah.


Sementara itu, M Ali Ramdhani, selaku Dirjen Pendidikan Islam, menyatakan bahwa insentif atau BSU guru akan diberikan kepada guru honorer yang memenuhi kriteria.


Total kuota yang ada, kata M Ali Ramdhani, telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru honorer setiap provinsi.


Dari pembagian tersebut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota terbanyak.


Sebabnya, provinsi ini memiliki jumlah guru madrasah bukan PNS atau honorer paling banyak.


"Sebelumnya, anggaran insentif atau BSU guru honorer ada di daerah. Untuk 2021, pencairan insentif atau BSU guru honorer madrasah dilakukan secara terpusat, melalui anggaran Ditjen Pendidikan Islam," ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, 27 September 2021.


Ali Ramdhani menyampaikan tunjangan insentif atau BSU guru bukan PNS atau honorer pada RA/Madrasah disalurkan secara langsung kepada guru yang berhak menerimanya.


Insentif atau BSU guru honorer madrasah akan langsung dibayarkan via rekening guru yang bersangkutan.


Sementara Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, M Zain menambahkan, karena keterbatasan anggaran, insentif atau BSU guru hanya diberikan kepada guru madrasah bukan PNS atau honorer yang memenuhi kriteria dan sesuai dengan ketersediaan kuota masing-masing provinsi.


Adapun kriteria atau syaratnya, lanjut M Zain, adalah sebagai berikut:


1.Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama);


2. Belum lulus sertifikasi;


3.Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);


4.Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama;


5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah, Kepala Madrasah Negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru.


"Diprioritaskan bagi guru yang masa pengabdiannya lebih lama dan ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Lama Mengabdi," tegas M Zain.


6.Memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV;


7.Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya;


8. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.


9. Belum usia pensiun (60 tahun). "Ini akan diprioritaskan bagi guru yang usianya lebih tua," sebut M Zain.


10. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah.


11. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah.


12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.


"Terakhir, tunjangan insentif atau BSU guru dibayarkan kepada guru honorer yang dinyatakan layak bayar oleh Simpatika. Ini akan dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar," tandasnya. ***


Sumber : https://www.sangalu.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.