RESMI, Deretan Hari Penting di Bulan Juli 2021, Tanggal Merah Hingga Idul Adha 1442 H
CopyAMP code

RESMI, Deretan Hari Penting di Bulan Juli 2021, Tanggal Merah Hingga Idul Adha 1442 H

Sabtu, 03 Juli 2021


Gurubisa.com - Saat ini kita sudah memasuki bulan baru, yakni bulan Juli 2021.


Sama seperti bulan lainnya, di bulan Juli 2021 terdapat beberapa agenda hari penting dan tanggal merah.


Selain memperingati Hari Bhayangkara di tanggal 1 Juli kemarin, masih ada hari penting untuk diperingati.


Seperti agenda hari besar bagi umat Islam, yakni Hari Raya Iduladha 1442 H.


Hari Raya Iduladha 1442 H atau tahun 2021 masehi jatuh pada tanggal 20 Juli 2021.


Umat Islam akan melaksanakan ibadah kurban pada tanggal 10 Zulhijah 1442 H.


Seperti diketahui, pada peringatan Iduladha 1442 H tersebut merupakan tanggal merah atau hari libur.


Lalu, tanggal atau hari penting apa lagi yang diperingati selama bulan Juli 2021 ?


Berikut TribunJabar.id rangkum tanggal atau hari penting Juli 2021.


- 1 Juli: Hari Bhayangkara


- 1 Juli: Hari Buah


- 2 Juli: Hari Kelautan Nasional


- 5 Juli: Hari Bank Indonesia


- 9 Juli: Hari Satelit Palapa


- 12 Juli: Hari Koperasi


- 14 Juli: Hari Pajak


- 22 Juli: Hari Kejaksaan


- 23 Juli: Hari Anak Nasional


- 23 Juli: Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)


- 27 Juli: Hari Sungai Nasional


29 Juli: Hari Bhakti TNI Angkatan Udara


- 31 Juli: Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati


PPKM Darurat dan Hari Raya Iduladha 1442 H


Pada bulan Juli 2021, di tengah melonjaknya kasus Covid-19, pemerintah menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.


PPKM darurat dijadwalkan akan berlangsung pada 3-20 Juli 2021.


Pada implementasinya, berbagai kegiatan masyarakat dibatasi hingga beberapa sektor di berhentikan.


Termasuk dalam aturan ibadah, kegiatan di tempat ibadah (masjid, musala, gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya) pada PPKM Darurat juga diberlakukan ketentuan.


Pada kawasan zona merah: kegiatan ibadah ditiadakan sementara sampai dengan dinyatakan aman, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama.


Sementara Zona Lainnya: sesuai pengaturan dari Kementerian Agama, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.


Lalu, bagaimana dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 H, apakah tetap dilaksanakan?


Menanggapi hal ini, saat ini Kementerian Agama merevisi surat edaran penyelenggaraan Iduladha menyusul kebijakan PPKM Darurat.


Dikutip dari Kompas.com, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, dalam kebijakan PPKM Darurat, tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, klenteng, dan tempat lain yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara. 


"Secara khusus dalam menghadapi Iduladha, kami akan segera melakukan revisi dan sosialisasi surat edaran (SE) pelaksanaan salat Iduladha dan pelaksanaan kurban. Ini disesuaikan dengan PPKM," kata Yaqut Kamis (1/7/2021), dikutip dari siaran pers. 


Selain itu untuk sekolah dan madrasah, pembelajaran akan dilakukan secara daring. 


Termasuk fasilitas umum lainnya seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik akan ditutup sementara.


Dengan penutupan fasilitas umum tersebut, kata dia, membuktikan bahwa penutupan sementara tidak hanya dilakukan pada tempat ibadah saja. 


"Jadi tidak benar rumah ibadah ditutup, sementara sektor pariwisata dibuka," ujar dia. 


Lebih lanjut Yaqut mengatakan, PPKM Darurat diterapkan sebagai upaya menurunkan penambahan kasus Covid-19 di Tanah Air yang semakin hari semakin meningkat. 


Aturan PPKM darurat tersebut adalah dengan mengetatkan berbagai aktivitas untuk beberapa sektor kegiatan. 


Antara lain pelaksanaan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) 100 persen untuk sektor nonesensial dan 50 persen untuk sektor esensial.


Sementara itu, MUI Jawa Barat juga telah mengeluarkan surat edaran kepada MUI Kabupaten/Kota, untuk dikoordinasikan dengan aparat kewilayahan di masing-masing daerah, terkait pelaksanaan ibadah IdulAdha pada masa PPKM Darurat. 


Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penerapan PPKM darurat di Istana Kepresidenan pada Kamis (1/7/2021).


"Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali," ujar Jokowi.


PPKM darurat tersebut dilaksanakan di Jawa-Bali dan berlaku pada 3-20 Juli 2021.


Kebijakan tersebut diumumkan Jokowi setelah mendapat masukan dari sejumlah pihak, antara lain berbagai menteri, ahli kesehatan, dan kepala daerah. (*)


Sumber : tribunnews.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.