Masih Ingat Bocah SD yang Ditinggal Orangtua Karena Covid, Tangis Bocah 10 Tahun Sebatang Kara Ini Sungguh Memilukan, Bigini Nasibnya Kini
CopyAMP code

Masih Ingat Bocah SD yang Ditinggal Orangtua Karena Covid, Tangis Bocah 10 Tahun Sebatang Kara Ini Sungguh Memilukan, Bigini Nasibnya Kini

Sabtu, 24 Juli 2021


Gurubisa.com - Ayah, ibu, dan calon adiknya meninggal akibat Covid-19, bocah 10 tahun ini kini hidup sebatang kara.


Aldino Dafa Raharjo atau yang akrab disapa Vino adalah bocah 10 tahun, korban dari jahatnya Covid-19.


Bagaimana tidak, akibat Covid-19, Vino harus kehilangan ayah, ibu dan calon adik untuk selama-lamanya.


Bahkan kini Vino harus hidup sebatang kara dan menjalani sisa isolasi mandirinya di rumah tanpa keluarga.


Tak hanya kehilangan, untuk melihat pemakaman ayah, ibu, dan calon adiknya saja Vino ternyata tak bisa.


Bocah 10 tahun ini rupanya masih harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kampung Linggang, Purworejo, Kabupaten Kutai Barat.


Diketahui, ibunda Vino meninggal dunia akibat Covid-19 dalam kondisi tengah hamil lima bulan.


Dilansir TribunnewsBogor com dari Kompas, Margono, sang paman menyebut ibunya Vino, Lina Safitri (31) meninggal dalam kondisi hamil 5 bulan pada Senin (19/7/2021).


Berjarak satu hari, sang ayah, Kino Raharjo (31) meninggal dunia pada Selasa (20/7/2021).


Orangtua Vino dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, Kutai Barat karena positif Covid-19.


Ayah Vino yang sehari-hari berjualan pentol keliling di Kutai Barat adalah perantau dari Sragen, Jawa Tengah.


Margono bercerita, adiknya, Kino Raharjo sempat vaksin pertama pada 29 Juni 2021.


Ia kemudian jatuh sakit. Keluarga sempat mengira Kino sakit tipes dan efek dari vaksin.


Dalam kondisi tidak sehat, Kino tetap berjualan pentol keliling dan sempat kehujanan.


Saat pulang, ayah Vino menderita demam dan kondisinya terus memburuk.


"Makan muntah, makan muntah.


Sudah diperiksa medis dan diberi obat tapi enggak kunjung sembuh," tutur Margono, Kamis (22/7/2021).


Pada 11 Juli 2021, Kino pun dilarikan ke RS dan saat swab, Kino diketahui positif Covid-19.


Namun oleh petugas medis, Kino diminta untuk isolasi mandiri di rumah.


"Tapi setelah di rumah sakit diperiksa hasil swab positif ( Covid-19) tepat 11 Juli.


Oleh petugas medis, diberi obat, vitamin, suruh isolasi di rumah," terang Margono.


Setelah tahu suaminya positif, Lina yang hamil 5 bulan menjalani tes swab PCR di Puskesmas.


Ia juga diminta untuk isolasi di RS Harapan Insan Sendawar untuk mengaja kesehatan bayi karena berisiko.


Namun kondisi Lina yang memiliki riwayat asma terus memburuk.


Kino yang awalnya dirawat di rumah kondisinya juga turun hingga dilarikan ke RS.


"Di rumah suaminya juga makin drop.


Akhirnya dijemput pihak Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar biar perawatan di sana," beber Margono.


Sementara Vino juga menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif Covid-19 hanya isolasi mandiri di rumah karena bergejala ringan.


"Di saat itulah mereka terpisah.


Vino di rumah, ayah dan ibunya di rumah sakit hingga meninggal.


Ibunya meninggal 19 Juli. Ayahnya 20 Juli," kata Margono.


Kondisi Vino Pasca Hidup Sebatang Kara


Ketika diberi kabar duka orangtua wafat di rumah sakit, hati Vino pun ambruk.


Diakui sang paman, Vino tak henti bertanya kenapa harus orangtuanya yang wafat.


Bocah 10 tahin itu tak henti menangisi kepergian orangtuanya.


Apalagi ibunya diketahui sebentar lagi akan melahirkan adik Vino.


Namun nasib berkata lain, ayah, ibu, dan calon adik Vino dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.


"Kami sampaikan ke dia ayah dan ibunya sudah meninggal.


Respons dia menangis.


Kata dia, kenapa kok bisa meninggal, ayah dan ibu kan masih muda," tutur Margono menirukan ucapan Vino.


Selama isoladi mandiri di rumah, Vino rupanya ditemani tetangga dan kerabatnya.


Rekan ayahnya tidur di depan pintu beratapkan tenda.


Sementara Vino tidur beralasan bentangan ambal dan kasur di ruang tengah depan televisi.


Selama isolasi mandiri, tetangga pun secara bergantian menyuplai makanan dan menjaga bocah itu yang seorang diri isolasi di rumah.


"Tapi setelah itu terhibur lagi, banyak keluarga, saudara beri dia makanan, di rumah ramai banyak yang nemani," sambung Margono.


Respon Pemerintah Daerah


Kisah hidup sebatang kara Vino ternyata menuai perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat.


Dalam kesempatannya, Kepala Dinas kesehatan Kutai Barat, Ritawati Sinaga, bersama pejabat terkait, termasuk Puskesmas, Koramil, Polsek Tering dan aparat Kampung mengunjungi Vino pada Rabu 22 Juli 2021 untuk memastikan kondisi kesehatan Vino sembari menyerahkan bantuan sosial.


Menurut Kadinkes dr. Ritawati Sinaga, sejauh ini, konidisi Vino saat dikunjungi dalam keadaan baik dan sehat hanya saja masih terpapar Covid-19.


Memang hasil swab positif Covid-19, tetapi termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG).


Maka itu, harus isolasi mandiri di rumahnya, Dinkes melalui Puskesmas Tering tidak tinggal diam, akan terus mendampingi kesehatan Vino.


Sementara untuk bantuan datang dari Dinas Sosial Kubar, juga diberikan pendampingan dari sisi psikologisnya.


Sumber : tribunnews.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.