STATUS Tenaga Honorer Berakhir pada 2023, Pemerintah Fokus Rekrut PPPK: 3 Bidang Ini Paling Dibutuhkan di 2022
CopyAMP code

STATUS Tenaga Honorer Berakhir pada 2023, Pemerintah Fokus Rekrut PPPK: 3 Bidang Ini Paling Dibutuhkan di 2022

Rabu, 13 Juli 2022


Gurubisa.com - Status atau masa kerja bagai tenaga honorer ditiap instansi pemerintah hanya sampai 2023 mendatang.


Pasalnya, pada 2022 ini, pemerintah fokus membuka lowongan (rekrutmen) hanya untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.


Termasuk meniadakan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS), dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2022.


"Untuk seleksi CASN Tahun 2022, pemerintah fokus merekrutmen PPPK dan formasi CPNS tidak tersedia," tegas Menpan-RB, Tjahjo Kumolo, dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari Antara.


Keputusan rekrutmen PPPK tersebut telah diatur dalam surat Menpan-RB Nomor B/1161/M.SM.01.00/2021 pada 27 Juli 2021, tentang pengadaan ASN tahun 2022.


Bahkan pada 2022 ini, seleksi CASN akan diutamakan untuk 3 bidang yang paling dibutuhkan pemerintah, yaitu:


1. Tenaga (PPPK) bidang pendidikan.


2. Tenaga (PPPK) bidang kesehatan.


3. Tenaga (PPPK) bidang penyuluhan.


Dikatakan Tjahjo Kumolo, saat ini pihaknya sedang menyusun berbagai kebijakan terkait CASN 2022.


"Selanjutnya, akan digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan seleksi CASN sesuai dengan ketentuan yang akan ditetapkan," ujarnya.


Menurut Tjahjo Kumolo, kebijakan peniadaan rekrutmen CPNS dan mengutamakan formasi PPPK tersebut, mencontoh dari negara lain.


"Pengalaman sejumlah negara maju dimana jumlah PNS lebih sedikit dan PPPK-nya lebih banyak," kata dia.


Mengacu pada contoh baik tersebut, maka pemerintah perlu mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh berbagai negara maju tersebut.


"Ini sebagai langkah memodernisasi birokrasi secara cepat," ucap Tjahjo Kumolo.


Dijelaskannya, terkait tenaga honorer di instansi pemerintahan, bahwa status para tenaga honorer akan selesai di 2023.


"Jadi, nantinya tidak ada lagi pegawai berstatus honorer di instansi pemerintahan," tandasnya.


"Dengan demikian, pada 2023 nanti ASN di Indonesia hanya ada dua jenis, yakni PNS dan PPPK," ujar Tjahjo Kumolo, menambahkan. ***


Sumber : pikiran-rakyat.com