Anggaran Tunjangan Sertifikasi Guru DIHAPUS untuk Tahun Ajaran Baru? Akhirnya Kemenkeu Sri Mulyani Angkat Bicara, Ini Penjelasanya
CopyAMP code

Anggaran Tunjangan Sertifikasi Guru DIHAPUS untuk Tahun Ajaran Baru? Akhirnya Kemenkeu Sri Mulyani Angkat Bicara, Ini Penjelasanya

Minggu, 17 Juli 2022


Gurubisa.com - Belakangan ramai perbincangan soal tunjangan sertifikasi guru dihapus pada kurikulum Merdeka Belajar yang sudah mulai diterapkan di tahun ajaran baru 2022/2023.


Jika memang tunjangan sertifikasi guru dihapus, apakah ada penggantinya demi kesejahteraan para pendidik?


Menjawab keresahan beberapa pertanyaan di atas, berikut pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dilansir dari Channel YouTube Papa Ruby.


Dalam sidang kabinet terbatas, Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas pokok kebijakan fiskal bersama Presiden dan Wakil bersama para Menteri lainnya.


"Bapak ibu sekalian hari ini dalam sidang kabinet terbatas bersama Bapak Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri membahas mengenai pokok-pokok kebijakan fiskal untuk tahun 2023," ucap Sri Mulyani


Susunan APBN 2023 dilakukan dalam proses yang panjang, untuk menetapkan postur serta indikasi pagu dari setiap Kementerian dari berbagai lembaga.


"Seperti diketahui, untuk penyusunan APBN 2023 tahun depan memang diperlukan suatu proses yang cukup panjang termasuk dalam pembahasan sidang kabinet untuk menetapkan posturnya dan kemudian indikasi dari pagu dari setiap Kementerian lembaga," katanya.


Diharapkan di tahun 2023 akan ditandai menurunnya pandemi, kemudian masuk pada endemi, sehingga dapat mengurangi beban dan tekanan perekonomian masyarakat.


"Pertama kami menyampaikan bahwa kondisi tahun 2023 diharapkan akan ditandai dengan pandemi yang mulai menurun, dan kemudian masuk pada periode endemi sehingga ini menjadi salah satu hal diharapkan akan mengurangi beban dan juga mengurangi tekanan masyarakat dan perekonomian," lanjutnya


Oleh karena itu dalam kebijakan fiskal di tahun 2023 akan difokuskan dalam program-program yang mendukung pemulihan ekonomi terutama yang ditetapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden seperti di bawah ini.


1. Pembangunan kualitas SDM


2. Pembangunan infrastruktur


3. Mereformasi birokrasi


4. Merevitalisasi industri


5. Pendukung pertumbuhan ekonomi hijau.


Selain itu, demi membangun pembiayaan yang semakin inovatif untuk APBN 2023 akan dilakukan reformasi di bidang pendapatan, belanja dan dari pembiayaan negara.


Adapun untuk anggaran pendidikan tahun 2023 akan mengalami peningkatan dari tahun 2022.


"Untuk anggaran pendidikan tahun depan akan meningkat lagi mencapai 595,9 triliun hingga 563,6 triliun, Ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 yang anggaran pendidikannya 542,8 triliun," jelasnya


Anggaran tersebut akan mendukung berbagai belanja pendidikan termasuk:


1. Beasiswa 20 juta siswa


2. Kartu Indonesia Pintar untuk 975,3 ribu mahasiswa


3. Berbagai biaya operasi sekolah bahkan sampai tingkat PAUD dimana 6,5 juta anak-anak yang menerima manfaat.


4. Membayar tunjangan profesi guru dan PNS yang merupakan profesi pendidik sebanyak 264 ribu orang.

 

Jika melihat dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani di atas, anggaran pendidikan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

 

Kemudian dalam poin 4 juga dijelaskan, bahwa tunjangan profesi guru akan tetap dilanjutkan di tahun 2023.


Begitulah penjelasan terkait tunjangan sertifikasi guru dihapus saat tahun ajaran baru dan pernyataan Kemenkeu Sri Mulyani soal anggaran pendidikan tahun 2023. [*]


Sumber : https://www.ayobandung.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.