HARAP TENANG! Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus, Ini Penjelasan Menkeu, Simak Baik-baik

HARAP TENANG! Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus, Ini Penjelasan Menkeu, Simak Baik-baik

Senin, 13 Juni 2022


Gurubisa.com - Tunjangan sertifikasi guru dihapus. Ini penjelasan Menteri Keuangan (Menkeu).


Mengenai tunjangan sertifikasi guru dihapus kemenkeu menanggapi akan persoalan tersebut.


Menkeu menjelaskan kenapa tunjangan sertifikasi guru dihapus.


Salah satu hal yang mengejutkan kalangan guru adalah mengenai tunjangan sertifikasi guru yang dihapus.


Sementara saat ini pemerintah tengah merancang salah satu Undang-undang mengenai Sistem Pendidikan Nasional yang baru.


Perihal mengenai pendidikan di Negara Republik Indonesia terdapat tiga UU yang melandasi jalannya pendidikan di negeri ini.


Ketiga UU tersebut adalah Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Undang undang Pendidikan tinggi (Dikti) serta Undang undang guru dan dosen.


Salah satu UU yang dibahas saat ini adalah mengenai UU sisdiknas baru yang terintegrasi dan holistic.


Yang mana UU yang dirancang baru saat ini, nantinya akan mencakupi ketiga UU yang mengatur pendidikan di Indonesia saat ini.


Salah satu yang menjadi bahan polemiknya adalah munculnya kabar dalam rancangan UU baru tersebut mengenai tunjangan profesi guru akan dihapuskan dari sebelumnya.


Bahwa, sesuai Pasal 1 ayat (4), Tunjangan Profesi Guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.


Adapun besaran tunjangan Profesi Guru selalu dibayarkan pemerintah dalam sebulan sekali.


Nominal atau besaran Tunjangan Profesi Guru ditetapkan sebesar satu kali gaji pokok guru PNS, itu pun sesuai dengan golongannya.


Sementara itu, untuk guru non-PNS besarannya merujuk aturan lebih lanjut.


Guru yang bisa mendapatkan TPG adalah mereka yang memiliki sertifikat profesi pendidik yang mana sertifikat itu hanya dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.


Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus. Ini Penjelasan Menkeu:


Dalam sidang kabinet terbatas tersebut yang membahas anggaran Pendidikan ada dua hal penting yang dibahas yakni berupa Kartu Indonesia Pintar dan Tunjangan Sertifikasi Guru.


Anggaran Pendidikan sendiri akan direncanakan meningkat lebih besar pada tahun 2023 dibanding dengan tahun ini.


Peningkatan tersebut mencapai Rp595,9 Triliun hingga Rp563,6 Triliun.


Kebutuhan tersebut meliputi beasiswa berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 973,3 ribu untuk pelajar maupun mahasiswa.


Di samping itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan para pendidik yang berupa Tunjangan Sertifikasi Guru bagi yang telah melakukan Pendidikan Profesi Guru serta Pegawai Negeri Sipil (PNS).


Jadi, Tunjangan sertifikasi guru dihapus, itulah penjelasan Menteri Keuangan (Menkeu).***


Sumber : https://www.ayobandung.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.