Memasuki Kurikulum Merdeka, Begini Nasib Tunjangan Sertifikasi Guru dan Tunjangan Lainnya, Guru Harus Tahu!
CopyAMP code

Memasuki Kurikulum Merdeka, Begini Nasib Tunjangan Sertifikasi Guru dan Tunjangan Lainnya, Guru Harus Tahu!

Sabtu, 28 Mei 2022


Gurubisa.com - Tunjangan sertifikasi guru merupakan salah satu gaji yang diberikan pemerintah bagi pengajar/pendidik, di seluruh Indonesia yang sudah sertifikasi.


Diketahui pada tahun 2022 ini, Indonesia menerapkan kurikulum baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, yang dikenal dengan nama kurikulum merdeka.


Baru-baru ini di sosial media dipenuhi pertanyaan mengenai nasib tunjangan sertifikasi dan tunjangan lainnya milik guru pada kurikulum merdeka ini. Keingintahuan tersebut terjadi karena para guru ingin mendapatkan informasi dengan jelas.


Dikutip BeritaSoloRaya.com dari tayangan video yang diunggah kanal YouTube Guru Abad 21 pada Sabtu, 28 Mei 2022, tentang nasib tunjangan sertifikasi guru dan tunjangan lain di kurikulum baru (kurikulum merdeka).


Ketika kurikulum baru atau kurikulum merdeka berlaku di semua sekolah, hal tersebut ada perubahan struktur mata pelajaran, terutama dalam jumlah jamnya setiap pekan.


Contohnya untuk jenjang SMA dan sama juga di jenjang SMP, misalnya di pendidikan agama, yang sebelumnya di SMA terdapat 3 jam, dikurikulum baru menjadi 2 jam.


Kemudian bahasa Indonesia yang sebelumnya 4 jam menjadi 3 jam per minggu, matematika yang sebelumnya 4 jam menjadi 3 jam.


Kemudian bahasa Inggris 2 jam dan tidak mengalami perubahan di kurikulum baru. Sehingga dapat dilihat bahwa ketika pengurangan jam seperti yang dijelaskan di atas, akan berdampak pada guru daerah yang otomatis mulai khawatir.


Jika jam berkurang dalam pembelajaran, maka otomatis bisa berakibat guru tidak memenuhi beban kerja 24 jam, dan berpengaruh ke info GTK (tidak valid) yang berujung tidak bisa terima tunjangan sertifikasi guru.


Hal tersebut kemudian dijelaskan pada peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset, dan Teknologi Republik Indonesia nomor 56/M/2022.


1. Jika jam berkurang tidak mencapai 24 jam, maka guru ada tugas tambahan baru yaitu koordinator projek yang setara dengan 2 jp. Setelah ditambahkan dengan koordinator projek masih tidak mencukupi juga maka berlaku solusi kedua.


2. Masih tidak memunuhi ketentuan paling sedikit 24 jam tatap muka perminggu karena perubahan struktur kurikulum, guru tersebut diakui 24 jam tatap muka per minggu. Hal tersebut jika pada kurikulum 2013 telah memunuhi palinh sedikit 24 jam.


Dijelaskan juga bahwa perubahan struktur mata pelajaran tidak merugikan guru, semua guru yang berhak menerima tunjangan sertifikasi ketika menggunakan kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut. ***


Sumber : pikiran-rakyat.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.