BKN Blak-blakan Seleksi PPPK Guru Tahap 3, Tolong Jangan Kecewa
CopyAMP code

BKN Blak-blakan Seleksi PPPK Guru Tahap 3, Tolong Jangan Kecewa

Rabu, 23 Februari 2022


Gurubisa.com - Para guru honorer di seluruh tanah air dibuat heboh dengan munculnya informasi seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap 3 yang bakal segera kembali bergulir. 


Mereka sempat bertanya-tanya setelah munculnya menu menu pemilihan tes tahap 3 di website SSCASN pada Minggu lalu (20/2). 


Mereka segera membuka SSCASN. 


Suasana makin heboh setelah Ketum Forum Guru Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Raden Sutopo Yuwono ikut membenarkan sudah bisa mengaksesnya. 


"Puji syukur menu pemilihan tes ketiga sudah bisa kami akses. Namun, masih belum sempurna. Kami berharap Bapak Dirjen GTK Kemendikbidristek bisa membuka formasi dan rekrutmen ketiga pada Februari atau maksimal Maret 2022," ujar Raden Sutopo kepada JPNN.com Minggu (20/2). 


Dalam waktu singkat, informasi Sutopo ini tersebar luas, apalagi banyak yang sangat berharap bisa ikut seleksi PPPK guru tahap 3. 


Benarkah ada seleksi PPPK Guru Tahap 3?


Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN Suharmen mengatakan bahwa sampai hari ini belum ada informasi apa-apa tentang pembukaan seleksi PPPK guru tahap 3. 


"Kami belum tahu karena seleksinya dilakukan Kemendikbudristek. BKN hanya menerima hasilnya dari Kemendikbudristek," ujar Deputi Sinka BKN Suharmen. 


Menurut Suharmen, seleksi tidak ke SSCASN BKN. 


SSCASN hanya untuk pendaftaran dan itu sudah lewat waktunya.  


Seluruh data sudah masuk ke BKN, tidak ada tambahan lagi. 


Namun, kata Suharmen, kalaupun seleksi ketiga ini sudah dilakukan, BKN belum pernah menginformasikan terkait hal tersebut . 


"Tidak ada informasi mengenai dibukanya seleksi PPPK guru tahap 3," beber Suharmen. 


Soal tampilan di akun SSCASN guru honorer, Suharmen justru memberikan pernyataan yang mengejutkan.


Menurut dia itu bukan dari BKN. "Bukan dari BKN itu," tegasnya. 


Suharmen justru mengimbau agar seluruh guru honorer tidak terkecoh dengan informasi yang bukan dari pemerintah. 


"Guru honorer harus lebih cerdas menerima setiap informasi karena ada banyak orang mencari duit dengan cara-cara menipu seperti itu," papar Suharmen. (esy/jpnn)


Sumber : https://bali.jpnn.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.