MANTAP, Gaji PPPK Lebih Besar dari PNS, Berikut Lima Kelebihan PPPK Dibanding PNS
CopyAMP code

MANTAP, Gaji PPPK Lebih Besar dari PNS, Berikut Lima Kelebihan PPPK Dibanding PNS

Rabu, 10 November 2021


Gurubisa.com - Informasi kelebihan dan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) banyak dicari masyarakat. Meski serupa dengan PNS, PPPK memiliki sejumlah keuntungan yang tidak dimiliki oleh PNS. 


Menurut Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK adalah ASN yang diangkat dengan perjanjian kontrak dalam jangka waktu yang ditetapkan. Lama kontraknya pun bervariasi, mulai dari 1-30 tahun. 


Lantas apa saja kelebihan dari menjadi PPPK serta berapa besaran gajinya? Simak rangkumannya di bawah ini, Kamis (11/11/2021). 


1. Tidak ada batas usia maksimum 


Tidak seperti PNS yang memiliki batas usia maksimum, masyarakat dengan usia berapapun dapat mendaftar jadi PPPK sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. 


“Kelebihan lain dari sistem PPPK ini adalah pelamar tidak terikat batas usia maksimum 35 tahun seperti yang berlaku bagi PNS. Seseorang, jika memenuhi persyaratan yang ditentukan, dapat mengisi jabatan PPPK pada posisi yang diinginkan,” jelas Kepala BKN Bima Haria Wibisana. 


2. Tidak perlu meniti karier dari bawah 


Jika menjadi PNS, seseorang harus meniti pangkat dari bawah. Namun, dalam PPPK, seseorang mungkin saja langsung menduduki pangkat yang lebih tinggi menyesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah. 


“Dengan skema ini, sangat dimungkinkan setiap warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan dapat melamar PPPK untuk langsung menduduki Jabatan jenjang muda bahkan jabatan jenjang madya sesuai kebutuhan di pemerintahan,” lanjutnya. 


3. Kalangan profesional bisa langsung terbina 


Kelebihan lain dari PPPK adalah kalangan profesional yang bisa langsung terbina. Hal ini bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 


“Jadi misalnya kita membutuhkan guru besar dalam suatu kompetensi tertentu yang tidak kita miliki. Maka dengan skema PPPK ini kita bisa merekrut guru besar langsung yang memiliki kualifikasi yang kita butuhkan. Jadi tidak harus melalui rekrutmen awal dari bawah. Dosen pertama, dosen muda, kemudian lektor baru guru besar. PPPK dimaksudkan seperti itu,” jelasnya.


4. Direncanakan punya dana pensiun 


Salah satu hal yang membuat posisi PNS banyak diincar adalah adanya dana pensiun. Namun, PPPK tak mau ketinggalan. Menurut Bima, dana pensiun untuk PPPK sedang dirumuskan bersama PT Taspen. 


“Teman-teman Taspen sudah menyiapkan skema untuk itu. Tinggal nanti bagaimana keputusan atau kebijakan dari pemerintah untuk menetapkan pola pensiun PPPK. Itu nanti dieksekusi oleh PT Taspen,” kata dia. 


5. Besaran gaji 


Adapun gaji PPPK telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen PPPK. 


Berikut rinciannya: 


Golongan I: Rp 1.794.900 - Rp 2.686.200 


Golongan II: Rp 1.960.200 - Rp 2.843.900 


Golongan III: Rp 2.043.200 - Rp 2.964.200 


Golongan IV: Rp 2.129.500 - Rp 3.089.600 


Golongan V: Rp 2.325.600 - Rp 3.879.700 


Golongan VI: Rp 2.539.700 - Rp 4.043.800 


Golongan VII: Rp 2.647.200 - Rp 4.214.900 


Golongan VIII: Rp 2.759.100 - Rp 4.393.100 


Golongan IX: Rp 2.966.500 - Rp 4.872.000 


Golongan X: Rp 3.091.900 - Rp 5.078.000 


Golongan XI: Rp 3.222.700 - Rp 5.292.800 


Golongan XII: Rp 3.359.000 - Rp 5.516.800 


Golongan XIII: Rp 3.501.100 - Rp 5.750.100 


Golongan XIV: Rp 3.649.200 - Rp 5.993.300 


Golongan XV: Rp 3.803.500 - Rp 6.246.900 


Golongan XVI: Rp 3.964.500 - Rp 6.511.100 


Golongan XVII: Rp 4.132.200 - Rp 6.786.500


Sumber : https://economy.okezone.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.