MANTAP, Agar Banyak Guru Honorer yang LULUS PPPK di Seleksi Tahap Selanjutnya, Nadiem Lakukan Langkah Ini
CopyAMP code

MANTAP, Agar Banyak Guru Honorer yang LULUS PPPK di Seleksi Tahap Selanjutnya, Nadiem Lakukan Langkah Ini

Jumat, 05 November 2021


Gurubisa.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meminta agar guru honorer diberikan fasilitas pelatihan atau bimbingan belajar dari pemerintah daerah (pemda). Fasilitas dapat membuka peluang kelulusan yang lebih besar bagi para honorer menjadi ASN PPPK.


"Jika Bapak Ibu ingin lebih banyak guru yang lolos, berikanlah mereka bimbingan. Sumber-sumber belajar sudah kami sediakan gratis," ucap Nadiem kepada pimpinan daerah se-Sumatra Utara dalam keterangan yang diterima detikEdu, Selasa (26/10/2021).


Tahun ini merupakan tahun pertama pemerintah membuka satu juta formasi guru ASN PPPK. Nadiem menyampaikan bahwa tes seleksi memang sudah menjadi keharusan dalam proses pengangkatan guru ASN PPPK. Kementerian pun dalam hal ini telah memberikan beberapa kali afirmasi untuk memperbesar peluang lolos para guru. Namun, dukungan dari pemerintah daerah bagi guru honorer juga diperlukan.


Nadiem menjelaskan, fasilitas pelatihan dapat diberikan setelah formasi dibuka dan dilengkapi. Dalam hal ini, pemerintah daerah dapat mendatangkan pakar yang sesuai untuk memberikan pelatihan kepada para guru honorer.


"Pemda bisa fokus pada dua hal, formasinya dibuka, dilengkapi, lalu diberikan fasilitasi pelatihan dengan mendatangkan pakar," jelasnya.


Ia turut berpesan agar pemerintah daerah tidak perlu khawatir bahwa pemerintah pusat tidak akan membayar gaji para guru. Menurutnya, anggaran gaji guru ASN PPPK sudah disiapkan oleh pemerintah pusat.


Dalam pertemuan secara hybrid dengan gubernur, para bupati, dan walikota di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kota Medan tersebut, Nadiem mendorong agar pemerintah daerah Sumatra Utara memprioritaskan akselerasi vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Hal tersebut dilakukan agar dampak kehilangan kemampuan belajar atau learning loss pada anak tidak semakin besar.


"Prioritas pertama, seperti arahan Pak Presiden, segera untuk mengakselerasi vaksinasi, menjaga protokol kesehatan, dan sekolah sudah harus tatap muka secara terbatas," ujarnya.


Walikota Medan, Bobby Nasution, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa sebagai kota terpadat di Sumatera Utara, jumlah anak yang telah menerima vaksinasi hingga saat ini telah mencapai 105.651 orang atau sekitar 80 persen. Target vaksinasi bagi anak usia 12 tahun ke atas per hari adalah 5.000 orang, dengan siswa jenjang SMP kelas 2 dan 3 sebagai sasaran utama.


Nadiem turut mendorong pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di wilayah Sumatra Utara. Ia mengapresiasi capaian 47 persen sekolah di provinsi tersebut yang telah melaksanakan PTM terbatas hingga saat ini.


"Ini saya apresiasi, dan layak menjadi contoh daerah lain. Banyak daerah yang belum mencapai angka itu. Tapi tentunya masih dapat ditingkatkan, terutama jenjang PAUD dan SD," tutur Menteri Nadiem.


Sumber : https://www.detik.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.