'Gercep' Soal Pinjol dan Harga PCR, Jokowi 'Ditantang' Dede Yusuf Naikkan Gaji Guru Honorer: Saya Tunggu Pak
CopyAMP code

'Gercep' Soal Pinjol dan Harga PCR, Jokowi 'Ditantang' Dede Yusuf Naikkan Gaji Guru Honorer: Saya Tunggu Pak

Minggu, 21 November 2021


Gurubisa.com - Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf 'menantang' Presiden Jokowi, untuk mengatasi permasalahan gaji guru honorer.


Dia pun menyoroti bagaimana Jokowi terlihat luar biasa saat mengatasi berbagai macam permasalahan di Tanah Air.


Salah satunya adalah teror pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan masyarakat.


Kemudian ada juga permasalahan harga tes PCR yang berhasil diturunkan hingga Rp300.000.


"Pak Jokowi itu sudah sangat luar biasa ketika kemarin berbicara soal Pinjol, berantas Pinjol. Pak Jokowi kemarin juga sudah sangat luar biasa ketika mengatakan bahwa PCR harus turun Rp300 ribu, semua bergerak," tutur Dede Yusuf, dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui akun Twitter @panca66, Jumat, 5 November 2021.


Oleh karena itu, dia pun 'menantang' Jokowi untuk dapat mengatasi permasalahan gaji para guru honorer di Indonesia yang saat ini masih terbilang kecil.


"Dan sekarang saya tunggu pak Jokowi mengatakan angkat (gaji) guru-guru (honorer) itu UMR," kata Dede Yusuf.


Dia pun membandingkan besaran APBN yang diperlukan untuk guru honorer, dengan besarnya dana untuk proyek infrastruktur pemerintah.


Proyek pertama yang 'disentil' adalah proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang pendanaannya saat ini telah diizinkan menggunakan APBN.


"Yuk kita lihat sedikit gambaran, dibutuhkan Rp19,63 triliun. Sementara itu angka yang kecil. Untuk penambahan kereta api cepat itu dibutuhkan kurang lebih Rp27,7 tirliun dari APBN," ujar Dede Yusuf.


Tidak hanya itu, dia juga menyentil penambahan modal negara (PMN) untuk BUMN, dan anggaran infrastruktur di tahun 2021 ini.


Oleh karena itu, anggaran negara sebesar Rp19 triliun untuk guru honorer terbilang kecil jika dibandingkan dengan berbagai anggaran tersebut.


"Penambahan modal negara untuk BUMN itu membutuhkan Rp55 triliun, dan anggaran infrastruktur di tahun 2021 itu adalah sekitar Rp417 triliun. Jadi Rp19 triliun itu kecil," ucap Dede Yusuf.***


Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.