ALAMAK, 3 Jam Setelah Melahirkan, Seorang Guru Nekat Ikut Ujian Sertifikasi, Digendong Suami Sampai Lantai 5, Ini Kisahnya
CopyAMP code

ALAMAK, 3 Jam Setelah Melahirkan, Seorang Guru Nekat Ikut Ujian Sertifikasi, Digendong Suami Sampai Lantai 5, Ini Kisahnya

Selasa, 05 Oktober 2021


Gurubisa.com - Aksi suami gendong istri yang baru melahirkan demi ikut sertifikasi guru viral di media sosial. 


Tidak peduli harus menaiki tangga di lantai 5, suami di Daerah Otonomi Liangshan, Provinsi Sichuan, China tersebut sukses menuai simpati. 


Pengorbanan suami juga tidak lepas dari tekat istrinya yang ingin menempuh sertifikasi guru setelah menanti lama. 


Melansir Eva.vn pada Sabtu 2 Oktober 2021, wanita bernama Can Mai itu langsung mengikuti ujian sertifikasi guru 3 jam setelah persalinan.


Setelah lulus dari perguruan tinggi, Can Mai bekerja sebaga guru prasekolah di taman kanak-kanak di dekat rumahnya.


Berkat perjodohan yang dilakukan orangtuanya, Can Mai menikah dan tinggal dengan suaminya di daerah otonom.


Setahun kemudian Can Mai hamil seperti dikutip dari TribunTrends.com 'Istri Ikut Tes Sertifikasi Guru, Aksi Suami Menggendongnya ke Lantai 5'.


Selama kehamilan, sekolah tempat Can Mai bekerja mendaftar untuk berpartisipasi dalam ujian sertifikasi guru di tingkat provinsi.


Ujian tersebut diadakan pada tanggal 30 Juli 2021 sedangkan perkiraan hari lahir bayi Can Mai tanggal 2 Agustus 2021.


Jadi Can Mai percaya Ia akan selesai mengikuti ujian sebelum bayinya lahir.


Itu sebabnya, Can Mai mengerahkan energinya untuk belajar agar bisa lolos ujian dengan hasil yang baik.


Sayangnya, perkiraan hari lahir bayi Can Mai meleset.


Sehari sebelum ujian, Can Mai merasakan kontraksi dan langsung dibawa suaminya ke rumah sakit.


Dokter mempersiapkan diri membantu proses persalinan.


Kepala Sekolah tempat Can Mai bekerja juga menasihatinya agar fokus saja pada persalinan dan tidak memikirkan soal urusan ujian.


Pada pukul 4 pagi waktu setempat tanggal 30 Juli 2021, Can Mai didorong masuk ke ruang bersalin, 2 jam kemudian ia melahirkan.


Bayinya berjenis kelamin laki-laki, lahir dengan sehat.


Satu jam kemudian, Can Mai didorong keluar dari ruang nifas.


Merasa sehat dan masih punya cukup waktu, Can Mai mengatakan pada suaminya ingin tetap mengikuti ujian sertifikasi guru.


Orangtua dan suami Can Mai tentu merasa keberatan dan memintanya untuk beristirahat saja.


Tidak bergeming, Can Mai mengatakan ia sudah cukup lama menunggu ujian tersebut.


Ujian itu adalah titik balik untuk menentukan masa depannya.


Pada akhirnya tidak ada jalan selain menuruti kemauan keras Can Mai.


Suaminya menggendong Can Mai ke mobil dan mengantarnya ke tempat ujian.


Ruang ujian terletak di lantai 5, sehingga suami Can Mai menggendongnya ke sana karena sang istri belum bisa berjalan setelah melahirkan.


Di ruang ujian, Can Mai yang datang dengan digendong menarik perhatian peserta dan panita ujian.


Setelah mendengar cerita yang sebenarnya, semua orang menyebut Can Mai sebagai 'ibu super'.


Saat ujian selesai, suami Can Mai kembali menggendongnya untuk turun ke lantai dasar.


Beberapa hari kemudian, hasil ujian keluar dan Can Mai berhasil lolos dengan nilai tinggi.


Kegembiraan karena hasil tersebut seakan membuat kesulitan yang ditanggung Can Mai demi ikut ujian menjadi tidak ada artinya.


Meski Can Mai tidak mengalami gangguan kesehatan karena nekat ikut ujian setelah melahirkan, dokter tetap tidak menyetujui tindakannya.


Beberapa jam pasca persalinan, ibu berisiko mengalami komplikasi seperti pendarahan, ruptur uteri, juga pendarahan abnormal yang apabila tidak segera ditangani dapat mempengaruhi kehidupan ibu.


Oleh karena itu, dokter menyarankan setelah melahirkan ibu hamil perlu lebih banyak istirahat dan makan lebih banyak nutrisi.


Sumber : tribunnews.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.