ALAMAK, Sertifikasi Guru Terbukti Bikin Guru Makin Sejahtera tapi Kualitas Mengajarnya Menurun Malah Angka Perceraianya Meningkat
CopyAMP code

ALAMAK, Sertifikasi Guru Terbukti Bikin Guru Makin Sejahtera tapi Kualitas Mengajarnya Menurun Malah Angka Perceraianya Meningkat

Minggu, 05 September 2021


Gurubisa.com - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menyebutkan, kesejahteraan guru ternyata tidak berbanding lurus dengan kualitasnya.


Hal ini kata dia bisa dilihat dari adanya sertifikasi yang dapat membuat guru semakin sejahtera. Namun ternyata di tengah pandemi Covid-19 ini terbukti sebagian besar guru tak dapat beradaptasi.

 

“Ternyata hanya 20 persen guru bisa beradaptasi dengan metode daring, sisanya tidak mampu beradaptasi. Mereka menganggap bahwa daring itu sebuah kesulitan. Padahal inilah tempat berinovasi, itulah yang kita harus cari,” kata Danny sapaannya, Minggu (22/8/2021).


Berdasarkan survey dari Dinas Pendidikan, hanya sekitar 20 persen guru di Makassar yang memiliki kompetensi yang baik, mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini yakni belajar dengan sistem daring.


Justru yang mengalami peningkatan kata dia adalah tingginya kasus perceraian terhadap guru. Hal ini juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.


Kualitas pendidikan di suatu daerah kata Danny tergantung dari kepala daerahnya bagaimana agar programnya mampu berinovasi dalam segala sektor termasuk pendidikan.


“Saya pikir ada pembiaran. Dulu kami periode pertama dari nol adiwiyata, menjadi hampir 100 adiwiyata. Jadi sebenarnya bisa kalau kita mau,” ujarnya.


Untuk mengatasi menurunnya kualitas pendidikan di Makassar saat ini, alumini Fakultas Arsitektur Unhas tersebut menjelaskan, harus berdasarkan hasil survey dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.


“Jadi nanti kami bikin penelitian, misalnya kenapa sekolah A favorit, apa yang buat favorit, kenapa sekolah ini tidak diminati, kenapa sekolah ini dihindari misalnya, disparitas ini kita akan teliti, harus ada pemerataan,” ujar Danny.


Lanjut kata dia, di negara seperti Korea misalnya dapat menjadi percontohan. Guru-guru di sana menggunakan sistem rolling (gilir).


“Jadi ada pemerataan pendidikan, misalnya di Korea itu guru yg terbaik di gilir. Contohnya 3 bulan di sini, 3 bulan ke depan di sini. Jadi guru yang terbaiknya di gilir. Tapi bagaimana kita gilir? Kita bikin peta dulu,” imbuh orang nomor satu Makassar tersebut. (selfi/fajar)


Sumber : https://fajar.co.id/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.