Ngeri! Sri Mulyani Berbagi Kabar Buruk, Miliaran Orang Berisiko Terdampak
CopyAMP code

Ngeri! Sri Mulyani Berbagi Kabar Buruk, Miliaran Orang Berisiko Terdampak

Jumat, 27 Agustus 2021


Gurubisa.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan kajian dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). 


Pada kajian tersebut, Sri Mulyani menyebut sebanyak 1,5 miliar pekerja akan terpengaruh risiko perubahan iklim. 


"Maka dari itu, dunia perlu melakukan transisi menuju ekonomi berkelanjutan," kata Sri Mulyani dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (26/8). 


Menurutnya, perlu kerja sama antarnegara untuk menghadapi perubahan iklim tersebut. 


"Setiap negara tidak bisa sendirian menghadapi perubahan iklim tersebut, sehingga diperlukan kolaborasi," tegas dia.


Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan salah satu kolaborasi global tersebut yakni dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 


SDGs, lanjut Ani, sapaan karibnya, membuat seluruh negara semakin berkomitmen untuk bisa kontribusi menurunkan emisi karbon. 


Selain itu, Sri Mulyani mengatakan dunia juga berkolaborasi melalui penandatanganan Paris Agreement untuk mencapai net zero emission.


"Negara-negara secara bersama menyampaikan komitmen sisi masing-masing negara untuk turunkan emisi karbon dan ini disebut Nationally Determined Contributions (NDC)," ungkap perempuan kelahiran Bandarlampung itu. 


Sri Mulyani menambahkan dalam NDC setiap negara miliki permulaan yang dan kontribusi CO2 yang berbeda-beda, maka tanggung jawab penurunan emisi karbonnya akan berbeda. 


Indonesia sendiri dalam Paris Agreement berkomitmen untuk menurunkan CO2 sebesar 29 persen. 


"Dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional, terutama dari negara-negara yang memiliki akses teknologi dan keuangan yang lebih baik," tegas Sri Mulyani. (antara/jpnn)


Sumber : jpnn.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.