ALAMAK, Sebanyak 43 Kepala Sekolah Turun Jabatan Jadi Guru Biasa, Ini Penyebabnya
CopyAMP code

ALAMAK, Sebanyak 43 Kepala Sekolah Turun Jabatan Jadi Guru Biasa, Ini Penyebabnya

Minggu, 08 Agustus 2021


Gurubisa.com - Pemprov NTB menggelar mutasi, rotasi, sekaligus promosi jabatan terhadap 187 Kepala SMA sederajat, (6/8). Usai kegiatan, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan menegaskan, 43 orang dikembalikan menjadi seorang guru.


”Ada sejumlah faktor pertimbangan mengapa kami memutuskan demikian,” ujar pria bergelar doktor ini.


Selain atas faktor permintaan sendiri, paling utama adalah faktor kinerja. ”Masa pandemi ini, kita akui memang cukup berat, kita harus memperhatikan keberpihakan kita pada kondisi masyarakat,” terangnya.


Evaluasi kinerja telah dilakukan sejak akhir tahun lalu, dan penilaian tidak berhenti. Dikbud NTB menampung sejumlah laporan data yang masuk, agar bisa dipertimbangkan kembali menjabat sebagai pimpinan. ”Seperti yang sudah saya katakan, ada yang datang dari masyarakat, bahkan guru, tata usaha dan stakeholder terkait, tetap kami tampung saran dan masukannya,” kata dia.


Khusus kepala sekolah yang kembali menjadi guru, dari sisi profesionalisme mengelola manejemen sekolah dikatakan tidak maksimal. ”Pada saat evaluasi, kita berlakukan beberapa pola, ada pola dengan mengisi form secara daring, kemudian wawancara, dan ada kunjungan langsung,” jelasnya.


”Baik yang dilakukan oleh pengawas sekolah, maupun kepala bidang, dan kepala dinas,” imbuhnya.


Tujuannya, agar layanan pendidikan SMA sederajat tetap mengacu pada visi misi NTB Gemilang. Termasuk berbagai program Dikbud NTB. Karena itu Aidy mengklaim penggantinya telah diisi oleh orang-orang yang terus bergerak maju.


”Rata-rata kami isi dari mereka yang promosi jabatan, yang baru ini lebih enerjik lah,” tegas Aidy.


Dirinya mengingatkan tidak boleh terlena dan bekerja semaunya. Kondisi layanan pendidikan dan pembelajaran saat ini, tentu jauh berbeda dari sebelumnya.


Apalagi, dengan nomenklatur tambahan dari Kemendikbud Ristek yang memuat riset dan teknologi. Tantangan ini harus bisa disikapi dengan inovasi dan kreasi dari kepala sekolah. ”Selain dimensi pendidikan dan kebudayaan, adanya riset dan teknologi harus segera kita laksanakan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran,” pungkas kepala dinas.


Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan mutasi telah melalui proses panjang dan ketelitian. ”Semuanya sudah di godok di dikbud ya. Tentu acuannya melihat persyaratan-persyaratan teknis untuk seorang kepala sekolah,” tegasnya.


Menurutnya kebijakan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Siapa pun yang menjadi bagian dari ASN tidak akan luput.


”Ada yang disebut dengan Tour of Duty dan Tour of Area, dalam rangka memperkaya pengalaman seseorang ASN. Jadi pada level tertentu sudah stagnan, sehingga harus refresh dengan tantangan baru,” jelasnya.


Dalam kondisi yang sulit, kepala sekolah tidak boleh bekerja biasa saja. Kepala sekolah berkewajiban menjalankan tugas dan fungsinya secara nyata. ”Sulit dengan sumber terbatas tetapi tetap dituntut produktif,” tandas sekda.


Hingga berita ini diturunkan, Dikbud NTB dan BKD NTB belum memberikan data 43 kepala sekolah yang diturunkan menjadi guru tersebut.


Sumber : https://lombokpost.jawapos.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.