Banyak Guru Honorer K2 Dijegal di Tahap Pendaftaran PPPK 2021, Bu Titi Meradang : Honorer Mau Dilenyapkan
CopyAMP code

Banyak Guru Honorer K2 Dijegal di Tahap Pendaftaran PPPK 2021, Bu Titi Meradang : Honorer Mau Dilenyapkan

Jumat, 09 Juli 2021


Gurubisa.com - Ketum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih mendesak pemerintah memberikan kebijakan khusus dalam Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 formasi guru. Pasalnya, banyak guru honorer K2 gagal mendaftar PPPK. 


Penyebabnya, kata Titi, tidak ada formasi di sekolah tempat para guru honorer K2 ini mengajar. 


Karena ada ketentuan jika di tempat mengajar tidak ada formasi bisa mendaftar di sekolah lain, maka para guru honorer K2 mencobanya. Namun, sejak pendaftaran dibuka 30 Juni sampai 9 Juli, malah tidak bisa alias gagal. 


"Teman-teman sudah mencoba tetapi langsung ditolak sistem. Bayangkan, 10 hari jawabannya ditolak karena sekolahnya (di sekolah lain yang tersedia formasi, red) sudah ada guru honorer yang mendaftar," kata Titi kepada JPNN.com, Jumat (9/7). 


Menurut Titi, pemilihan formasi sesuai ketentuan PermenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021 Pasal 29a sampai c sangat merugikan guru honorer K2. Sebab, banyak sekolah yang tempat honorer K2 mengabdi tidak membuka formasi PPPK. 


Dia menyebutkan, banyak guru honorer ingin mendaftar tahun ini dan berusaha mencari peluang di sekolah lain. 


Namun, apa daya sistem tidak memungkinkan mereka bisa mendaftar. 


Titi membandingkan dengan rekrutmen CPNS 2021. Satu formasi bisa dilamar ratusan hingga ribuan orang. Sementara PPPK guru sangat dibatasi.


"Bagaimana bisa berkompetisi sehat, baru mendaftar saja sudah dijegal. Kenapa enggak dibuka seluruhnya untuk guru honorer," ucapnya. 


Titi lantas mengingatkan tujuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah honorer dan memuliakan guru honorer. Bagaimana bisa memuliakan guru honorer kalau pendaftarannya saja dipersulit. 


Seharusnya, menurut Titi, pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya untuk guru honorer yang sudah terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Dapodik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendaftar. Mereka harus diikutkan pada seleksi PPPK, dengan maksimal tiga kali kesempatan tes.  


"Jadi bukan kayak sekarang, belum berperang sudah gagal duluan. Kami berharap dalam waktu tersisa ini ada kebijakan untuk seluruh guru honorer K2, jangan sampai malah dilenyapkan dengan persyaratan yang dibuat rumit,' tandasnya. (esy/jpnn)


Sumber : jpnn.com


Demikian berita honorer yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.