Nadiem Paksakan Belajar Tatap Muka, Indra Charismiadji : INGAT! Guru Divaksin 2x Saja Masih Tetap Bisa Positif
CopyAMP code

Nadiem Paksakan Belajar Tatap Muka, Indra Charismiadji : INGAT! Guru Divaksin 2x Saja Masih Tetap Bisa Positif

Senin, 21 Juni 2021


Gurubisa.com - Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan dimulai pada tahun ajaran 2021/2022, dinyatakan masih membutuhkan kajian yang lebih dalam. Mengingat kesiapan sekolah dan pemerintah daerah dalam menerapkan protokol kesehatan masih belum memadai.


Pengamat Pendidikan Vox Populi Institute, Indra Charismiadji, menyatakan, Indonesia sebaiknya melakukan perbandingan dengan negara lainnya sebelum memutuskan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka.


“Dibandingkan dengan negara yang penanganan COVID-nya lebih baik dari Indonesia. Dipertimbangkan apakah memberlakukan pembelajaran tatap muka itu bisa menimbulkan klaster baru atau tidak. Jangan sampai dipaksakan tatap muka malah jadi membahayakan jiwa, bukan hanya peserta didik tapi juga pendidik dan keluarga peserta didik,” kata Indra saat dihubungi Cendana News, Kamis (17/5/2021).


Ia menyebutkan tak perlu terlalu jauh untuk membandingkan. Bisa diambil yang terdekat.


“Sebagai contoh, Singapura sudah mulai membuka sekolah sejak Juli 2020 karena penanganan mereka lebih baik. Tapi Mei 2021 kembali ditutup karena dianggap perkembangan COVID 19 menjadi sangat berbahaya,” ucapnya.


Ia menyebutkan penanganan COVID 19 di Indonesia tidaklah terlalu baik. Sehingga menjadi pertanyaan, apakah tepat untuk membuka sekolah di Juli ini.


“Mengapa Indonesia harus memaksakan pelaksanaan tatap muka yang berpotensi membahayakan. Tentunya ini bertentangan dengan konstitusi Indonesia. Yang menyebutkan bahwa pemerintah harus melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Setelah melindungi, baru mencerdaskan. Jadi kalau yang lain tutup, kita buka, itu pertimbangannya apa,” ujarnya.


Selain itu, Indra juga menyebutkan kendala lainnya adalah target vaksinasi guru yang baru mencapai 20 persen. Dan ada guru yang sudah divaksinasi dua kali tapi tetap bisa positif. Fakta ini menunjukkan bahwa vaksinasi tidaklah menjamin seseorang tidak akan terkena paparan COVID 19.


Sumber : https://www.cendananews.com/


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.