KABAR Terbaru Soal TANGGAL Berapa Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2021 dari Kementerian Pendidikan, Cek Bunda!
CopyAMP code

KABAR Terbaru Soal TANGGAL Berapa Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2021 dari Kementerian Pendidikan, Cek Bunda!

Senin, 28 Juni 2021


Gurubisa.com - Tanggal berapa masuk sekolah tatap muka tahun ajaran baru 2021?


Sudah sekitar 1 tahun lebih sekolah tidak dilakukan secara tatap muka, namun proses pembelajaran dilangsungkan melaui jarak jauh via online.


Ada kabar terbaru kapan masuknya sekolah tatap muka 2021 dari Kementerian Pendidikan.


Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril mengingatkan agar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk segera digelar.


Hal itu bisa dilakukan jika vaksinasi Covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikannya telah dilakukan.


Pemerintah telah memperbolehkan satuan pendidikan untuk menggelar PTM terbatas jika vaksinasi bagi para guru telah rampung dilaksanakan.


"Sekali lagi saya kembali mengingatkan bahwa opsi PTM yang terbatas ini wajib diberikan satuan pendidikan terutama setelah pendidik dan tenaga pendidikan di Satuan pendidikannya mendapat vaksinasi Covid-19 secara lengkap," tutur Iwan dalam konferensi pers virtual, Rabu 2 Juni 2021.


Meski begitu, Iwan mengatakan satuan pendidikan di daerah boleh menggelar PTM terbatas walaupun para guru dan tenaga kependidikan belum divaksinasi.


Iwan mengatakan hal tersebut dapat dilaksanakan seizin dari Pemerintah Daerah. Selain itu, sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama pembelajaran.


"Bagi satuan pendidikan di daerah yang sudah ataupun masih dalam proses penyiapan untuk PTM terbatas. Walaupun masih belum divaksinasi tetap diperbolehkan seizin dari pemerintah daerah, tetap mengikuti protokol kesehatan," ucap Iwan.


Seperti diketahui, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas untuk para satuan pendidikan di Indonesia.


Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas.


Sebelum masuk harus dipastikan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut seluruhnya divaksin.


"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau kantor Kemenag mewajibkan ya ya, mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Nadiem dalam konferensi pers virtual, Selasa 30 Maret 2021.


Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).


Persiapan Masuk Sekolah:


Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan untuk persiapan belajar tatap muka ditargetkan vaksinasi guru Se-Kalbar pada Juni 2021 harus sudah selesai.


“Kita mau kejar kalau vaksinnya mencukupi Mei 2021 sudah harus selesai. Tapi kalau untuk Kota Pontianak mungkin Mei sudah bisa selesai,” ujarnya, Senin 29 Maret 2021.


Sedangkan untuk di daerah juga akan dipersiakan vaksinnya, karena dikatakannya untuk satu orang memerlukan dua suntikan vaksin.


Selain vaksin terhadap guru dikatakanny tentu sekolah juga harus menyiapkan infrastrukturnya yang menunjang prokes Covid-19.


“Kursi mejanya ke depan harus bagus. Kemudian sterilisasi, lalu akukan juga sosialisasi kepada anak-anak. Kalau untuk mudah-mudahan dengan sudah divaksin semua tidak ada yang positif,”ungkapnya.


Dikatakannya bahwa guru Se-Kalbar ditarget selesai pada Juni, termasuk juga dibagian pelayanan publik. Tak hanya itu saja sampai ke pedagan di pasar, wartawan semua harus mendapatkan vaksinasi.


“Kemudian pegawai yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Seperti Satpol PP dan sebagainya karena mereka mobilitasnya tinggi,” tegasnya.


Ia mengatakan terkait syarat membuka sekolah masih mengikuti kebijakan pusat, apabila seluruhnya disuruh masuk semua maka boleh masuk. Namun tentu diikuti dengan kondisi daerah apakah aman atau tidak jika membuka sekolah.


“Kalau pusat bilang masih perlu izin orang tua untuk anak masuk sekolah, kita pakai izin orang tua. Tapi intinya dalam penilaian kenaikan kelas atau kelulusan saya minta seluruh guru kepala sekolah untuk menjaga baban psikologis anak,” ujarnya.


Dikatakannya masalah tafsirnya bagaimana silahkan sekolah lebih tahu kondisi siswanya masing-masing.


Dikatakannya karena siswa masih dibawah umur belum mendapatkan suntikan vaksin. Maka alternatif yNg dipilih agar belajar tatap muka tetap aman Pemprov Kalbar sudah memesan beberapa Alat Genose untuk dilakukan pemeriksaan masal terhadap siswa.


“Kalau untuk siswa saya sudah pesan Genose untuk test masal. Jadi untik siswa bolehlah kita coba menggunakannya Genose, karena kalau semua mau PCR tidak mampu juga kita,” jelasnya.


Ia mengatakan bahwa dalam satu hari saat ini Laboratorium Untan hanya bisa memeriksa sekitar 400 sampel swab dan di bantu Labkesda sebanyak 200 sampel.


“Kalau sampai seluruh murid Se-Kalbar kan ada 300 ribu lebih berapa tahun baru selesai itu. Sehingga kita gunakan beberapa alat ada antigen, genose,” ujarnya.


Saat ini dikatakannya yang dipaksa untuk melakukan PCR adalah orang yang datang dari luar masuk ke Kalbar. Karena rata-rata yang terjangkit dari luar Kalbar viral loadnya tinggi. (*)


Sumber : tribunnews.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.