Dewan Desak Pemerintah Perbanyak Guru Bersertifikasi, Mudahkan Syarat dan Mekanisme Program Sertifikasi
CopyAMP code

Dewan Desak Pemerintah Perbanyak Guru Bersertifikasi, Mudahkan Syarat dan Mekanisme Program Sertifikasi

Senin, 28 Juni 2021


Gurubisa.com - Kualitas pendidik di Kota Pendidikan ini mendapat sorotan kalangan DPRD Kota Malang. Wakil rakyat menilai, jumlah guru yang sudah bersertifikasi tergolong masih minim, sehingga kompetensinya dipertanyakan.


Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Agoes Marhaenta. Politikus partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, persentase guru yang telah memiliki sertifikasi pendidik masih fluktuatif tiap tahunnya. Tercatat, dalam tiga tahun terakhir rata-rata hanya 80 persen.


Pada 2018 misalnya, tercatat hanya 75 persen guru yang lolos sertifikasi. Sementara pada 2019 mengalami kenaikan di angka 86,6 persen. Namun terjadi penurunan pada 2020 yang hanya 84,11 persen. ”Ini perlu dirombak, terutama dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kota Malang tahun 2018-2023,” ujar Agoes dalam rapat paripurna, Kamis lalu (25/6).


Dia mendorong Pemkot Malang untuk memberikan kemudahan guru yang mengikuti program sertifikasi. Terutama berdasarkan assessmen yang berstandar nasional maupun internasional. Sehingga, visi memajukan pendidikan tercapai.


Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menuturkan, pihaknya bakal melakukan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) guru. Namun dia akan menyesuaikan dengan regulasi dari pemerintah pusat.


Salah satunya, pihaknya akan memprioritaskan guru yang lulus sertifikasi dalam seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021 ini. ”Insya Allah, jumlah PPPK guru tahun ini cukup banyak. Saya prediksi bakal meningkatkan kualitas guru di Kota Malang,” katanya.


Dengan rekrutmen PPPK tersebut, politikus Partai Demokrat itu memprediksi guru yang tersertifikasi bakal bertambah. Sebab, dari syarat pendaftaran calon guru harus memiliki sertifikat bukti lolos mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dengan begitu, mutu pendidikan di Kota Malang bakal lebih baik.


Terpisah, Ketua PGRI Kota Malang, Burhanuddin MPd menuturkan, kebutuhan guru bersertifikasi terbilang masih kurang. Data yang dia peroleh sekitar 270 guru yang baru tersertifikasi. Data itu pun hanya untuk SMP negeri di Kota Malang. ”Jadi kalau dibilang kurang ya kurang,” singkatnya.


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se Kota Malang itu menambahkan, jumlah guru bersertifikasi tersebut masih kurang jika dibandingkan jumlah guru di Kota Malang, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. Belum lagi guru pensiun yang akan bertambah setiap tahunnya.


Burhan mendorong agar para guru yang belum melakukan sertifikasi dapat segera mendaftar. Jika kesulitan, katanya, para guru dapat melihat pada website Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud-Ristek.


Menurut Burhan, ada program beasiswa dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terkait sertifikasi guru. Namun, dia belum pasti apakah masih ada program tersebut. Serta terdapat sertifikasi guru secara mandiri. ”Namun kalau mandiri ya harus merogoh kocek cukup dalam,” tandasnya. (rmc/adn/dan)


Sumber : jawapos.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.