ASTAGA, Guru Honorer 3 Kali Gagal Tes PPPK 2021 Bakal DIPECAT, Komisi X DPR RI : "Tak Lulus Bukan Berarti Tak Berkualitas"
CopyAMP code

ASTAGA, Guru Honorer 3 Kali Gagal Tes PPPK 2021 Bakal DIPECAT, Komisi X DPR RI : "Tak Lulus Bukan Berarti Tak Berkualitas"

Kamis, 17 Juni 2021


Gurubisa.com - Komisi X DPR RI mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim tidak hanya fokus pada penyelesaian guru honorer. 


Tenaga kependidikan (tendik) harus diberi kesempatan ikut seleksi CPNS atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). 


"Tolong, Mas Menteri, honorer tenaga kependidikan diperhatikan. Saya selalu mendapat permintaan mereka untuk bertemu, menyampaikan aspirasinya,' kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dalam rapat kerja dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim, Selasa (15/6). 


Politikus PKS ini mengungkapkan, pertemuan itu tidak bisa menyelesaikan masalah honorer tenaga kependidikan. 


Namun, paling tidak dengan mendengarkan curahan hati honorer, menurut Fikri, bisa melegakan perasaan mereka. 


"Kami bisa merasakan bagaimana perasaan mereka. Ketika rekan-rekan sejawatnya (guru honorer) bisa ikut seleksi PPPK, mereka hanya bisa melongo," tuturnya. 


Pada kesempatan sama Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti mendesak Nadiem untuk tidak memecat guru honorer yang tidak lulus dalam 3 kali tes PPPK. Jangan sampai, karena dianggap tidak memenuhi kompetensi kemudian disingkirkan. 


"Tolong, Mas Menteri, honorer jangan dipecat. Berikan mereka kebijakan lain, misalnya tetap mempekerjakan mereka sebagai pendidik," ujar politikus PDI Perjuangan ini.


Agustina berpendapat, kebijakan khusus ini sebagai penghargaan atas pengabdian honorer yang belasan hingga puluhan tahun. 


Dia juga menilai, belum tentu yang tidak lulus itu tidak berkualitas. Bisa jadi karena gugup, para honorer ini tidak bisa mengerjakan soal-soal seleksi PPPK 2021 dengan maksimal. 


"Ukuran kualitas guru honorer ini bukan hanya dilihat dari hasil tes. Kami juga minta tenaga kependidikan diberikan kesempatan sama seperti guru," tegasnya. (esy/jpnn)


Sumber : jpnn.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.