ASTAGA, Puluhan Guru Terlibat Kasus Korupsi Dana BOS Sang Kepala Sekolah, Begini Kronologinya
CopyAMP code

ASTAGA, Puluhan Guru Terlibat Kasus Korupsi Dana BOS Sang Kepala Sekolah, Begini Kronologinya

Jumat, 28 Mei 2021


Gurubisa.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menetapkan dua orang sebagai tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 53 Jakarta Barat. Keduanya merupakan bekas Kepala Sekolah SMKN 53 inisial W dan mantan staf Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat inisial MF.


Kasi Pidsus Kejari Jakbar Reopan Saragih mengatakan, uang hasil dugaan korupsi itu digunakan oleh W untuk kepentingan pribadi serta diberikan kepada sejumlah guru honorer.


"Sedangkan yang Kepala Sekolah ya yang pasti itu digunakan untuk kepentingan pribadi kepala sekolah dan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan lah sama sesuai SOP-nya," kata Reopan saat dihubungi merdeka.com, Kamis (27/5).


Jumlah guru yang telah diberikan uang oleh W sebanyak 30 orang. Namun, mereka yang merasa menerima uang tersebut akan mengembalikannya.


"Kebetulan ada yang mau mengembalikan, kurang lebih ada 30 guru. Jadi kan ini dana BOS sama BOP itu sesuai dengan jumlah dan jenis tidak boleh diberikan untuk honor untuk guru maupun tenaga KKI," sebutnya.


"Karena guru dan tenaga KKI itu sudah ada honor tersendiri, sudah tunjangannya lah ya, TKDnya. Ya itulah akhirnya mereka ini, karena merasa tidak tahu. Jadi mereka bukan haknya mau dikembalikan," sambungnya.


Rencana pengembalian oleh para guru yang pernah merasa menerima uang tersebut akan dilakukan pada hari ini. Namun, dia tak merinci berapa jumlah uang dan siapa saja yang akan mengembalikan.


"Iya hari ini (rencana pengembalian uang), tapi nanti kita rilisnya Senin depan ya. Sama Pak Kajari langsung. Jumlahnya berapa yang mengembalikan siapa saja, nanti Pak Kajari rilisnya yang menyampaikan," ujarnya.


Ia menjelaskan, mereka yang akan mengembalikan uang tersebut atas dasar dari inisiatif diri sendiri dan bukan karena adanya permintaan dari pihak lain.


"(Mereka guru-guru) Sadar, mereka inisiatif sendiri. Memang mereka tahu bahwa itu bukan haknya, akhirnya mereka niat baik untuk mengembalikan. Ya enggak besar sih, ada yang cuma Rp 2 juta, tapi banyak gitu ya," tutupnya.


Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menetapkan dua orang sebagai tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 53 Jakarta Barat. Dua orang tersangka merupakan bekas Kepala Sekolah SMKN 53 dan mantan staf Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.


Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dwi Agus Arfianto mengatakan, dua orang tersangka diduga melakukan penyalahgunaan dana BOS tahun anggaran 2018 senilai Rp7,8 miliar.


"W selaku mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta Barat Tahun 2018 dan oknum Sudin Pendidikan JB 1, saudara MF mantan staf Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, karena telah melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara," kata Dwi, Kamis (22/4).


Penetapan tersangka dilakukan setelah ekspose bersama dengan Tim Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus dalam kasus penyalahgunaan Dana BOS dan BOP TA 2018 di SMKN 53 Jakarta Barat dengan menggunakan aplikasi SIAP BOS BOP.


Dwi menuturkan bahwa W ditetapkan sebagai tersangka karena mengambil kebijakan di luar tugas pokok dan fungsi sebagai Kepala Sekolah sebagaimana Permendikbud No.6 Tahun 2018, sedangkan MF selaku Staf Sudin Pendidikan wilayah 1 menyalahgunakan jabatannya dengan bermufakat bersama kepala sekolah dalam penggunaan dana secara fiktif.


Penetapan terhadap W dan MF yang awalnya berstatus saksi hingga menjadi tersangka setelah sejumlah alat bukti dinyatakan cukup. Namun, keduanya belum dilakukan penahanan


"W dan MF belum ditahan karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut”, ujarnya.


Sumber : merdeka.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.