TERBUKTI Membocorkan Soal ASPD Matematika ke Peserta Didik, Kepsek dan Guru RESMI Dinonaktifkan
CopyAMP code

TERBUKTI Membocorkan Soal ASPD Matematika ke Peserta Didik, Kepsek dan Guru RESMI Dinonaktifkan

Selasa, 13 April 2021


Gurubisa.com - Tim pencari fakta (TPF) yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, dan Dewan Pendidikan merekomendasikan untuk menonaktifkan guru matematika dan kepala sekolah SMP 4 Depok Sleman. 


Keputusan itu buntut dari bocornya soal matematika pada Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) di SMP 4 Depok Sleman. 


"Kita tegas tidak tutup-tutupi salah berikan sanksi. Kepala sekolah dan guru kita rekomendasikan dinonaktifkan. Sudah nonaktif sejak 7 April sampai maksimal 2 minggu," ujar salah satu anggota TPF dari Dewan Pendidikan DIY, Timotius Apriyanto, Selasa (13/4/2021). 


Dia menambahkan, untuk motif kepala sekolah berinisial (LL) dan guru matematika (SH) membocorkan soal karena ingin peserta didiknya menguasai materi ujian sehingga bisa mendapatkan nilai baik dalam ASPD. 


"Motif sampai terakhir beliau hanya bermaksud agar muridnya bisa menguasai soal ASPD lebih baik harapannya nilai lebih baik," katanya. 


Dia menjelaskan, soal bocor saat kepala sekolah mengirimkan file dokumen kepada guru matematika. 


Selain itu, guru matematika juga membahas soal mirip ASPD mata pelajaran matematika yang dilakukan pada tanggal 29 Maret 2021 di kelas 9C. 


"Terjadi pengiriman file dokumen soal matematika yang melanggar peraturan dan ketentuan ASPD 2021. Dilakukan Kepsek kepada guru Matematika SMPN 4 Depok. Lalu, Pembahasan paket soal mirip soal ASPD, maple matematika 2021, telah dilakukan 29 Maret 2021 untuk satu kelas saja, yaitu kelas 9 C," paparnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya mengatakan, TPF menemukan terjadi kebocoran soal matematika paket 1 dan kebocoran terlokalisir di SMP Depok Sleman. 


"Sifatnya terlokalisir tidak menyebar ke sekolah-sekolah lain terkait kebocoran tersebut. Tetapi, yang tersebar itu screenshot dari WhatsApp (WA) masalah itu," katanya. 


Untuk mengurangi kecemburuan sosial dan juga mengembalikan kepercayaan masyarakat maka akan dilakukan ujian ulangan di SMP 4 Depok Sleman, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 April 2021. 


"Khusus SMPN 4 Depok akan dilakukan ujian ulangan pada pelajaran matematika," katanya. 


Sedangkan untuk sanksi untuk kepala sekolah dan guru matematika pihaknya menyerahkan kepada Dinas Pendidikan Sleman. Sebab, kewenangan untuk pendidikan dasar berada di kabupaten dan kota.


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.