Soal Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka, Puan Maharani Beri PERINGATAN Mendikbud Nadiem
CopyAMP code

Soal Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka, Puan Maharani Beri PERINGATAN Mendikbud Nadiem

Sabtu, 03 April 2021


Gurubisa.com - Adanya tren penurunan angka kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah berencana akan buka kembali pembelajaran tatap muka alias PTM.


Kendati demikian, terkait dengan kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah, Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam melaksanakan kebijakan tersebut ditengah pandemi Covid-19 yang masih belum usai ini.


"Prinsipnya harus mengutamakan keselamatan siswa, pendidik dan tenaga pendidik sehingga perlu keseimbangan antara aspek keselamatan dan pembelajaran siswa," ujar Puan Maharani, Jumat 2 April 2021.


Puan Maharani menyampaikan peringatan itu, tak lain adalah agar pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah.


Pasalnya, muncul kasus Covid-19 klaster sekolah di beberapa daerah yang sudah menguji coba pembelajaran tatap muka.


Oleh karena itu, Ketua DPR menilai bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas di sekolah juga harus atas izin orang tua murid, karena mereka merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi para siswa.


Puan Maharani menuturkan, apabila ada orang tua ingin anaknya tetap menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), maka harus diakomodasi sekolah sesuai dengan rencana kebijakan pemerintah.


"Pastikan semua sekolah dan orang tua tahu dan paham bahwa anak-anak tetap bisa menggunakan metode pembelajaran jarak jauh jika orang tua menginginkan," ujar Puan Maharani.


"Jangan sampai apa yang sudah diputuskan Kemendikbud tidak tersosialisasi dengan baik di lapangan," tuturnya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.


Tak hanya itu, Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta pemerintah untuk segera melakukan uji coba keamanan vaksin bagi anak-anak, sehingga para siswa mendapat prioritas untuk vaksinasi Covid-19.


Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021, setelah guru dan tenaga pendidik mendapatkan vaksin Covid-19.


Di sisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan bahwa prioritas utama sektor pendidikan saat ini adalah mengembalikan anak untuk kembali belajar tatap muka.


Kemendikbud, juga diketahui berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya mengembalikan anak belajar tatap muka di sekolah.


Nadiem Makarim juga mengatakan bahwa PJJ sudah dilakukan selama satu tahun dan jika diteruskan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan siswa.


Ia juga menuturkan, pembelajaran tatap muka itu terbatas dilakukan, maka dari itu akan diberlakukan dengan sistem rotasi dan dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu.


Namun, jika ada kasus Covid-19 ditemukan, maka Pemda diminta untuk segera menutup sekolah tersebut untuk sementara waktu hingga keadaan kembali aman.***


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.