Siswa SD dan SMP Diliburkan Selama Puasa Ramadhan, INGAT! Guru Tetap Masuk Sekolah
CopyAMP code

Siswa SD dan SMP Diliburkan Selama Puasa Ramadhan, INGAT! Guru Tetap Masuk Sekolah

Senin, 12 April 2021


Gurubisa.com - Menyongsong datangnya bulan Ramadan, pembelajaran bagi kara siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Banjarbaru diliburkan.


Hal ini sekaligus sebagai upaya dari program Physical Distancing akibat pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dengan tetap melakukan pembelajaran di rumah saja.


Sekretaris Dinas Pendidikan kota Banjarbaru, Fathusyar'i Msi mengatakan walau diliburkan namun sekolah diminta membagikan buku kegiatan Ramadan secara terjadwal.


Para siswa diberikan buku panduan tentang pelaksanaan ibadah, selama bulan suci Ramadan.


Di antaranya melaksanakan salat wajib lima waktu, salat tarawih, mendengarkan ceramah, membaca al-quran, bersedekah, dan tentunya ibadah puasa.


"Termasuk juga mendengar tausiah membaca surah surah dan lainnya," kata dia.


Kemudian tugas-tugas tersebut dilaporkan ke sekolah, melalui buku panduan yang sudah dibagikan sebelumnya.


Buku kegiatan Ramadhan tersebut akan dibagikan dengan sistem siswa datang secara bergiliran setiap jam dibatasi dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19.


“Buku kegiatan amaliyah di bulan Ramadan tersebut akan diserahkan kembali kepada madrasah setelah semua kegiatan bulan Ramadan berakhir,” kata dia.


Buku kegiatan Ramadan tersebut wajib untuk siswa sebagai tugas mandiri dan diisi setiap siswa dan kn dinilai.


Dia menjelaskan dengan buku tersebut para guru dan orang tua dapat mengontrol kegiatan anak didiknya selama bulan Ramadan.


Dia juga mengingatkan sekolah agar jangan menggelar acara buka puasa bersama di sekolah sehingga mengumpulkan siswa saat pandemi Covid -19 ini.


Kepala Bidang SD Disdik Banjarbaru Edy Yuana Pribadi mengatakan untuk SD rencana libur Ramadan dan Idul Fitri bersambung, tanggal 13 April - 18 Mei 2021.


Selama Ramadan sekolah diharapkan melaksanakan Kegiatan Ramadan secara daring, khususnya untuk kelas 4, 5, dan 6 selama 3 hari dengan jadwal yang dibuat sekolah masing-masing.


"Jika masih ada siswa yang saat itu terkendala melaksanakan secara daring, maka akan diupayakan melaksanakan Kegiatan Ramadan dengan moda yang lain," kata dia.


Sekolah-sekolah bisa berkreasi menambah kegiatan lain dalam melaksanakan Kegiatan Ramadan, khususnya SDIT dengan binaan Yayasan masing-masing.


Selama libur Ramadan dan Idul Fitri, sekolah tetap memberikan layanan kepada masyarakat, baik legalisir, surat keterangan, atau layanan lain dari sekolah dengan cara setiap hari kerja ada beberapa guru/TU yang bertugas di sekolah, terutama pagi sampai siang hari.


Hal ini dilakukan secara bergantian, dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19.


Demikian berita pendidikan yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.