KERAS! PGRI Keluarkan 5 Pernyataan Sikap Terkait Kematian Guru di Papua oleh KKB
CopyAMP code

KERAS! PGRI Keluarkan 5 Pernyataan Sikap Terkait Kematian Guru di Papua oleh KKB

Minggu, 11 April 2021


Gurubisa.com - PGRI mengutuk keras penembakan terhadap guru SMPN 1 Julukoma, Kabupaten Puncak, Papua, Yonatan Randen. 


Yonatan ditembak mati Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Jumat (9/4). 


"Untuk kesekian kalinya, beberapa guru di daerah konflik kembali menjadi korban kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata. Kami sangat menyesalkan kejadian ini," kata Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi dalam pernyataan resminya, Sabtu (10/4). 


Dia menyebutkan, sehari sebelumnya seorang guru sekolah dasar bernama Oktovianus Rayo juga ditemukan tewas di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. 


Atas beberapa kejadian tersebut, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyatakan sikap sebagai berikut: 


1. Mengutuk keras atas penembakan yang menyebabkan tewasnya dua orang guru di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut. Baca Juga: KKB Berulah Lagi, Guru Tewas Ditembak dari Jarak Dekat, Mengerikan 


2. PGRI juga sangat menyesalkan terjadinya pembakaran terhadap 3 gedung sekolah (SD Jambul, SMPN 1, dan SMAN 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua) dan rumah guru pada Kamis (8/4). 


3. Guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya.


4. PGRI meminta negara hadir melalui pemerintah, pemerintah daerah, aparat pertahanan dan keamanan, tokoh masyarakat (adat) untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para guru yang bertugas di pedalaman yang saat ini tersulut konflik agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan diri, dan keluarganya. 


5. Apabila guru tersebut merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, maka mohon bantuan pemerintah dan pemerintah daerah bisa memfasilitasi mereka agar mendapatkan tempat tugas yang aman dan terlindungi. 


Unifah berharap permasalahan yang terjadi di daerah konflik bisa segera teratasi dan masyarakat kembali menjalani kehidupan yang tenang dalam satu rumah NKRI. 


"Selamat jalan kawan! Semoga mendapatkan tempat yang tinggi di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran," ujar Unifah. (esy/jpnn)


Demikian berita terkinio yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.