"Guru PNS dan Honorer yang Tak Mau Divaksin karena Takut atau Sengaja, Siap-siap Terima Sanksi"
CopyAMP code

"Guru PNS dan Honorer yang Tak Mau Divaksin karena Takut atau Sengaja, Siap-siap Terima Sanksi"

Sabtu, 24 April 2021


Gurubisa.com - Kegiatan belajar tatap muka di Kota Mataram ditargetkan dimulai setelah Idul Fitri 1442, jika kasus Covid-19 terkendali. 


Sehingga, Dinas Pendidikan mengeluarkan instruksi vaksinasi Covid-19 bagi seluruh guru dan kepala sekolah. 


Pemerintah bahkan secara tegas bakal memberikan sanksi bagi guru yang enggan disuntik vaksin. 


"Guru yang tidak mau divaksin karena alasan pribadi, seperti takut, tidak berani jarum suntik atau sengaja tidak mau akan kami panggil dan berikan sanksi administrasi," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Lalu Fatwir Uzali, seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/4/2021). 


Tujuan divaksin, kekebalan hingga rasa aman 


Fatwir menegaskan, para guru wajib mendapatkan suntikan vaksin jelang pelaksanaan sekolah tatap muka. 


"Tujuannya, selain untuk membentuk kekebalan tubuh juga agar anak-anak dan orangtua merasa aman dan nyaman, ketika kegiatan tatap muka sudah dimulai," kata dia. 


Pengecualian diberikan bagi guru yang tidak bisa disuntik vaksin lantaran alasan medis atau memiliki penyakit tertentu. 


"Itu pun harus menyertakan keterangan hasil pemeriksaan dari dokter atau tim medis," ujar Fatwir. 


Cakupan vaksinasi masih rendah 


Saat ini, dia menuturkan, cakupan vaksinasi guru di Kota Mataram masih cukup rendah. 


Hingga 19 April 2021, baru 3.814 dari target 9.000 guru atau 45,2 persennya yang sudah divaksin. 


Sebanyak 5.200 guru di antaranya ialah pengajar di tingkat TK, SD dan SMP di bawah dinas pendidikan. 


Sedangkan sisanya ialah guru sekolah swasta dan madrasah. 


Dinas pendidikan juga meminta data dari tiap kepala sekolah untuk mengetahui cakupan riil vaksinasi guru. 


Sebab kemungkinan sebagian guru sudah terdata sebagai masyarakat umum. 


"Khusus untuk guru yang belum divaksin, harus disertakan alasannya agar kami bisa mengambil langkah-langah selanjutnya," kata dia. 


Sumber: Kompas.com


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.