CEKIKIKAN Namanya Dicatat Gibran Saat Sidak, Begini NASIB 3 Guru Pasca Disanksi Anak Jokowi
CopyAMP code

CEKIKIKAN Namanya Dicatat Gibran Saat Sidak, Begini NASIB 3 Guru Pasca Disanksi Anak Jokowi

Kamis, 08 April 2021


Gurubisa.com - Sebanyak tiga guru SMA N 1 Solo yang kena marah Gibran Rakabuming Raka saat sidak kini bernasib apes.


Sempat tertawa cekikikan saat dimarahi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tiga guru SMA N 1 Solo kini harus menjalani hukuman.


Ya, ketiga guru yang namanya dicatat langsung oleh putra Presiden Joko Widodo ini mendapat sanksi selama dua minggu.


Sanksi untuk ketiga guru tersebut juga sudah diputuskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Suyanta mengatakan ada tiga guru SMA Negeri 1 Solo yang disanksi.


Sebanyak dua orang tenaga pendidik di ruang guru dan seorang tenaga pendidik di perpustakaan sekolah tersebut.


"Guru yang tidak disiplin tidak boleh mengikuti program uji coba pembelajaran tatap muka," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (31/3/2021).


Ya, mereka tidak diperkenankan ikut serta dalam simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) SMA / SMK sederajat yang dimulai Senin (5/4/2021).


"Tidak boleh mengikuti PTM selama 2 minggu," ucap Suyanta dikutip dari TribunSolo.com Nasib Guru SMAN 1 Solo : Kena Marah Wali Kota Gibran, Kini Kena Sanksi, Cuma Bisa Mengajar Online.


Tiga guru tersebut hanya boleh melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama menjalani sanksi.


Mereka tidak boleh menginjakkan kaki di lingkungan sekolah selama 2 pekan.


Adapun Suyanta mengatakan selama simulasi PTM, Satgas Pencegahan Covid-19 tingkat SMA juga diaktifkan.


Mereka akan mengawasi jalannya protokol kesehatan di lingkungan sekolah.


"Bila ada yang melanggar protokol kesehatan untuk segera meninggalkan sekolah," ujarnya.


Penjelasan Sekolah


Sejumlah guru SMA Negeri 1 Kota Solo kena marah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.


Mereka kena marah saat Gibran meninjau ke sekolah itu bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (29/3/2021) sekira pukul 09.00 WIB.


Itu karena sejumlah guru tersebut ketahuan tidak memakai masker saat di luar kelas.


Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Solo, Herminingsih mengatakan saat itu sejumlah guru itu tengah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).


"Saat sedang PJJ, maskernya tidak dipakai," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (31/3/2021).


Kedatangan Gibran dan Ganjar ke ruang guru, sambung Herminingsih, membuat orang-orang di situ kaget, termasuk yang tengah mengajar PJJ.


Karena ingin menyambut mereka, guru tersebut lupa memakai masker hingga akhirnya kena tegur.


"Ada tenaga pendidik yang ada di perpustakaan juga kena tegur," ucap Herminingsih.


Akibat kejadian itu, tenaga pendidik SMA Negeri 1 Kota Solo harus mengikuti sosilasi dan pembinaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.


"Pengetatan dilakukan. Yang jelas harus hati-hati. Ini untuk kita dan untuk anak - anak," ujar dia.


"Kemanapun dan kapanpun kita pakai masker.


Termasuk, saat PJJ. Saat itu disarankan pakai headset," tambahnya.


Alasan Gibran Marah


Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka masih menemukan ketidaktaatan tenaga pendidik dalam menerapkan protokol kesehatan.


Itu ditemukan Gibran saat meninjau persiapan simulasi pendidikan tatap muka di sebuah SMA negeri Kota Solo bersama Ganjar Pranowo.


Bahkan beberapa guru kena tegur dirinya karena tidak menggunakan masker saat beraktivitas, termasuk di ruang guru.


Nama-nama mereka sampai dicatat Gibran saat tinjauan tersebut.


"Waktu mengajar juga ada yang tidak memakai masker. Itu langsung saya tegur. Guru itu yang ditiru," ungkap dia, Rabu (31/3/2021).


Selain itu, Gibran juga menemukan sejumlah guru tidak memakai faceshield saat mengajar.


"Saya cek juga banyak yang masih tidak pakai face shield. Itu pengamanan ekstra," ujar dia.


"Saya juga meminta guru-guru untuk ketat mengawasi anak-anak dalam menjalankan protokol kesehatan," tambahnya.


Meski begitu, Gibran optimis pembelajaran tatap muka di Kota Solo bisa digelar bulan Juli 2021.


"Yang penting orang tua setuju, siap mengantar jemput anaknya. Wajib antar jemput tidak boleh naik sepeda sendiri," ujar dia.


"Orang tua yang tidak setuju, anaknya bisa mengikuti pelajaran dari rumah," tambahnya.


Marah dan Catat Guru


Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sempat menunjukkan kemarahannya kepada guru karena tak memakai masker.


Sikap itu ditunjukkan ke beberapa guru saat meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di sebuah SMA Negeri 1 Solo, Senin (29/3/2021).


Bahkan video detik-detik Gibran meninggikan suara kepada guru-guru terlihat jelas sembari keluar dari ruangan.


Teguran dilayangkan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Solo tersebut karena mereka tidak memakai masker.


"Yang tidak pakai masker, namanya saya catat satu-satu dulu," ucap Gibran dengan tegas yang dibalas sejumlah suara tertawa para guru.


"Ini tidak bercanda loh, ini serius untuk anak-anak kita lho," tambahnya sembari keluar dengan langkah cepat.


Saat itu, Gibran meninjau bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.


Gibran mengungkapkan dirinya masih menemukam sejumlah guru yang tidak taat protokol kesehatan, khususnya di ruang guru.


"Atau pas mengajar tidak pakai masker. langsung saya tegur. Guru itu yang ditiru," ungkapnya.


Meski begitu, Gibran optimis pembelajaran tatap muka bisa digelar bukan Juli 2021.


"Yang penting orangtua setuju, siap mengantar jemput anaknya," ujar dia.


"Orang tua yang tidak setuju, anaknya bisa mengikuti pelajaran dari rumah," tambahnya.


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.