Belajar Tatap Muka Bakal Mulai Digelar 5 April 2021, Guru Diminta Bersiap-siap
CopyAMP code

Belajar Tatap Muka Bakal Mulai Digelar 5 April 2021, Guru Diminta Bersiap-siap

Selasa, 23 Maret 2021


Gurubisa.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan semua guru yang akan mengajar saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) wajib divaksinasi Covid-19. 


Hal itu menyusul akan diberlakukannya uji coba PTM tahap pertama di Jawa Tengah yang akan digelar pada 5 hingga 16 April mendatang. 


"Semua guru sudah kita hitung dan siapkan. Maka sekarang sudah ada daftar dari kabupaten kota kita mau vaksin semua guru. Jadi khusus untuk guru yang ikut uji coba PTM mesti wajib divaksin agar kita juga menjamin para guru," jelas Ganjar di rumah dinasnya, Senin (22/3/2021). 


Ganjar juga meminta kepada sekolah dan orangtua siswa wajib menerapkan protokol kesehatan ketat mulai dari siswa berangkat, saat berada dalam sekolah hingga pulang ke rumah. 


"Semua sekolah yang menggelar PTM harus menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan. SOP harus ketat dan kami akan minta laporan harian dari pelaksanaan itu," kata Ganjar. 


Rencananya sebanyak 140 sekolah bakal dilibatkan dalam pelaksanaan uji coba PTM tingkat SMP, SMA, SMK dan MA yang ada di Jawa Tengah. 


"Uji coba ini tahap satu, ini rintisan. Kita siapkan 35 SMP, 35 SMA, 35 SMK dan 35 MA di masing-masing wilayah di Jawa Tengah," ujarnya. 


Namun, Ganjar menyebut uji coba PTM belum akan dilakukan di tingkat SD, TK dan PAUD atas dasar masukan dari sejumlah ahli. 


"Untuk SD, TK dan PAUD belum dilakukan karena ada masukan dari para ahli termasuk Ikatan Dokter Indonesia untuk menunda dulu," ucapnya. 


Ganjar menerangkan setelah uji coba tahap pertama sukses, maka akan dilakukan evaluasi pada 19-23 April. 


Setelah itu, uji coba tahap kedua baru akan digelar pada 26 April sampai 7 Mei dengan penambahan jumlah sekolah atau penambahan siswa. 


"Sementara tanggal 12 Juli sampai September akan dilakukan uji coba tahap ketiga yang diharapkan sudah ada adaptasi baru. Bisa saja nanti sekolahnya ditambah atau jumlah siswanya yang ditambah dalam pelaksanaan itu," jelasnya. 


Kendati demikian, perluasan pelaksanaan PTM juga harus mempertimbangkan kondisi wilayah secara epidemiologis. 


"Nanti Dinas Kesehatan dan Satgas terus melakukan pemantauan dan pendampingan pelaksanaan program ini. Dinas Pendidikan akan mengecek sarana dan prasarana SOP-nya. Kalau itu memungkinan kita bisa izinkan tapi kalau tidak ya kita tidak izinkan," ucapnya. 


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Hari Wuljanto menambahkan tidak menutup kemungkinan, ada kabupaten dan kota yang mengusulkan lebih dari satu jenjang pendidikan PTM. 


Hal itu nantinya diserahkan kepada bupati dan wali kota dengan pengawasan ketat dan pendampingan dari Pemprov Jateng. 


Selain itu, apabila nantinya ditemukan siswa yang positif maka PTM akan ditutup. 


"Kalau ada satu siswa saja yang positif, maka PTM harus ditutup. Sekolah yang terdapat kasus positif, harus memperbaiki prokesnya, memenuhi sarana prasarananya dan jika setelah evaluasi dimungkinkan untuk dibuka kembali, maka akan dibuka. Jadi fleksibel," ucapnya. 


Hari mengatakan pelaksanaan PTM hanya akan diikuti 70 sampai 110 siswa per sekolah. 


Jam pembelajaran tidak lebih dari empat jam sehari, dengan satu mata pelajaran maksimal 30 menit tanpa istirahat.


Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.