ALAMAK ! Guru Non ASN di Sekolah Negeri Resah, Tunjangan Profesi Distop, Ini Langkah PGRI
CopyAMP code

ALAMAK ! Guru Non ASN di Sekolah Negeri Resah, Tunjangan Profesi Distop, Ini Langkah PGRI

Selasa, 16 Maret 2021


Gurubisa.com - Kebijakan penghapusan tunjangan profesi tenaga pengajar non ASN di sekolah negeri Bontang dikeluhkan para guru.


Keputusan pemerintah menghapus insentif guru non ASN dinilai tak adil dan justru menimbulkan ke cemburuan di kalangan tenaga pengajar.


Bagaimana tidak, kebijakan ini hanya memberlaku kepada guru non ASN yang mengajar di sekolah negeri.


Sementara para tenaga pengajar di sekolah swasta tetap mendapat gaji tunjangan profesi sebesar Rp 1 juta setiap bulan.


"Regulasi ini hanya untuk guru Non ASN di sekolah negeri. Di sekolah swasta enggak. Nah itu yang jadi masalah, sehingga diprotes," ujar Wakil Ketua I PGRI Bontang, Sumariyah.


Ia membeberkan, penghapusan tunjangan diberlakukan sejak di tahun 2017 lalu.


Tepatnya saat pemerintah memberlakukan UU nomor 23 tahun 2014, yang mengalih sebagian kewenangan pemerintah daerah ke pemerintah provisi.


Sebelum UU nomor 23 ini berlalukan, semua guru, baik di swasta maupun negeri mendapat tunjangan profesi setiap bulan.


"Kan semenjak SMA dan SMK itu diambil alih oleh pemprov, anggaran pendidikan Disdikbud Bontang dikurangi. Makanya tunjangan dihapus," tuturnya.


Sehingga keresahan para guru ini pun diadukan ke DPRD Bontang.


Menurutnya, jika alasanya karena persoalan regulasi. Maka ia pun mendorong agar aturan pemerintah tersebut segera direvisi.


"Kalau dari kami si, kalau memang persoalan regulasi yang jadi alasan pemerintah. Maka ayo dirubah. Agar para guru mendapat hak yang sama," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di www.gurubisa.com dengan judul "ALAMAK ! Guru Non ASN di Sekolah Negeri Resah, Tunjangan Profesi Distop, Ini Langkah PGRI"