Bantuan Langsung Tunai RESMI DIHAPUS Menteri Risma, Bu Menteri Sebut Penggantinya
CopyAMP code

Bantuan Langsung Tunai RESMI DIHAPUS Menteri Risma, Bu Menteri Sebut Penggantinya

Sabtu, 26 Desember 2020


www.gurubisa.com - Berisiko mengundang korupsi, Bantuan Langsung Tunai (BLT) distop Menteri Sosial yang baru.


Bantuan Langsung Tunai atau BLT dihapus Menteri Risma atau Tri Rismaharini, akan digantikan secara elektronik.


Katanya Bantuan Sosial (bansos) yang disalurkan lewat kemensos semua akan menggunakan teknologi informasi.


Sehingga dana bisa transparansi sampai mana saja alirannya.


Keterangan tersebut disampaikan Risma di Jakarta pada Rabu, 23 Desember 2020 setelah serah terima jabatan. 


"Kita tidak akan ada bantuan kas," kata Risma.


Jadi, penasarankan sistem teknologi informasi seperti apa yang akan dilakukan oleh Risma dalam penyaluran bansos.


Berkaca dari sebelumnya, sebenarnya sudah ada bantuan langsung tunai yang transparan karena menggunakan teknologi informasi.


Seperti apa yang dimaksud Risma melibatkan teknologi informasi itu?


Bisa berkaca dari bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan oleh kementrian lain yaitu:


BANTUAN UMKM ATAU BPUM


Adapun Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menggunakan teknologi informasi dan secara elektronik misalnya bantuan UMKM dan bantuan subsidi gaji.


Bantuan UMKM diberikan lewat kementerian Koperasi dan UKM di bawah kepemimpinan Teten Masduki.


Bantuan UMKM atau BPUM berupa uang tunai Rp 2,4 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima.


Program bantuan BPUM ini diberikan pemerintah khusus untuk para pelaku UMKM.


Pemberiannya dengan teknologi informasi karena dalam penyalurannya melibatkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten/kotamadya.


Juga dalam penyalurannya melibatkan bank HIMBARA yaitu bank BRI, BNI dan Mandiri.


BANTUAN SUBSIDI GAJI


Bantuan subsidi gaji diberikan lewat Kementrian Ketenagakerjaan yang dipimpin Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si.


Bantuan subsidi gaji diberikan kepada karyawan tetap yang terdaftar di BPJS ketenagajerajaan dengan gaji di bawah Rp 5 juta.


Besarnya pemberian subsidi gaji Rp 2,4 juta yang dibayarkan dua termin.


Jadi, masing-masing termin disalurkan Rp 1,2 juta. 


Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Pekerja yang mendapatkan bantuan harus memenuhi persyaratan:


1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan;


2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;


3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;


4. Pekerja/Buruh penerima Upah;


5. Memiliki rekening bank yang aktif;


6. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan dengan bulan Juni 2020


Demikian, www.gurubisa.com laporkan